Dulu di Bagi, Sekarang Berbagi

TUBAN, Tahun 2011 menjadi tahun awal dilaksanakannya program pemberdayaan masyarakat Klaster Mandiri di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Tepatnya di Desa Gaji dan Wolutengah Kecamatan Kerek. Secara umum kondisi ekonomi masyarakat sebagian masih miskin dengan mayoritas berprofesi sebagai petani, buruh tani dan sebagian kecil menjadi buruh bangunan dan pedagang. Potensi besar di dua desa tersebut adalah kerajinan batik tulis gedog dan olahan singkong. Program bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pemetik manfaat sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Dalam perjalanannya, program tidak hanya memberi stimulus secara ekonomi namun juga memberi penyadaran dan penanaman nilai dengan harapan mampu mengubah pemetik manfaat secara sikap dan mental. Perubahan inilah yang kelak menjadi bekal bagi mereka untuk melanjutkan eksistensi program setelah program selesai. Harapan perubahan tidak hanya dari peningkatan kesejahteraan saja namun lebih dari itu yang sebelumnya bermental buruh menjadi bermental pengusaha dan sebelumnya individualis menjadi lebih peduli terhadap sesama.

Salah satu kegiatan program yang ditanamkan dan dibiasakan adalah penerapan infaq setiap pertemuan. Infak digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Sebagai upaya menumbuhkan keikhlasan dan kepedulian untuk berbagi. Tahun ini infaq mitra yang terkumpul sebanyak Rp. 1.000.000,- yang dikelola oleh ISM Al-Hidayah, lembaga lokal yang dibentuk dan dikelola oleh mitra. Pengelolaan infak murni untuk kegiatan sosial. Diantaranya untuk menjenguk mitra atau tetangga yang sakit dan santunan anak yatim di wilayah program. Tahun ini santunan diberikan kepada 15 anak yatim, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 10 anak yatim. Walaupun tidak besar namun diharapkan mampu membuat anak yatim tersenuym dalam menghadapi lebaran.

Selain itu juga dilakukan pembagian paket sembako kepada 68 mitra aktif oleh ISM Al HIdayah. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian ISM atas kontribusi, komitmen dan keaktifan mitra terhadap program. Biaya pembagian paket sembako diambil dari keuntungan usaha bersama yang dikelola oleh ISM berupa usaha penjualan batik, saprotik dan aneka snack.  Pengurus merasakan kebahagiaan dan kepuasan dapat berbagi. Mengingat dulunya mereka dibagi (dalam bentuk program) sekarang mereka mampu berbagi walaupun sedikit. {fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan