Exit Program Klaster Mandiri Bantaeng

Selama 3 tahun Dompet Dhuafa (DD) bersama jejaringnya melakukan  pemberdayaan di Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi selatan.  Program yang digullirkan antara lain bidang ekonomi dan bidang social. Bidang-bidang tersebut dilakasanakan secara terintegrasi dan  berkelanjutan dalam wadah Program Klaster Mandiri. “Program Klaster Mandiri merupakan integrasi antara bidang ekonomi yang meliputi pertanian, peternakan ,UMKM dan bidang sosial yaitu kesehatan dan pendidikan” ujar Rini Suprihartini, Direktur Relief dan Pemberdayaan Dompet Dhuafa.

Program dimulai  sejak tahun 2011 dengan sebaran wilayah Emerasa, Pa’jukakang, Bantaeng dan Bissapu. Program Klaster Mandiri Bantaeng tidak serta merta dilaksanakan namun harus melalui kajian mendalam yang didasarkan pada peta kemiskinan yang dimiliki oleh Dompet Dhuafa. Pelaksaaan program pemberdayaan yang dilakukan oleh dompet dhuafa senantiasa bersinergi dengan pemerintah Daerah (Pemda), sehingga diharapka program ini mendapat dukungan serta mampu bersinergi dengan program-program Pemda yang sejalan dengan program klaster mandiri.

Sinergi dengan Pemda Kabupaten Bantaeng telah dilakukan dengan baik bahkan mendapat dukungan langsung dari Bupati. Hal tersebut diterlihat dari awal ketika belaiau menghadiri pembukaan klaster mandiri bantaeng. Ini yang membuat Dompet Dhuafa berkeyakinan bahwa program ini akan terus berlanjut meskipun program telah exit. ‘Kami mengucapkan terimaskasih kepada Pemerintah daerah yang sudah memberikan dukungan  penuh terhadap implementasi program klaster mandiri. Program tidakakan berhenti walaupun secara formal telah exit, kami akan tetap melakukan monitoring teruatama terhadap koperasi yang terbentuk. Program akan dilanjutkan dengan konsep lumbung desa dengan komoditi jagung”, tutur Rini.

Program klaster mandiri bidang ekonomi  terbagi menjadi 3 bidang yang masing-masing di gawangi oleh jejaring Dompet Dhuafa, bidang UMKM oleh Masyarakat Mandiri, Peternakan oleh Kampoeng Ternak, Pertanian oleh Pertanian sehat Indonesia. Selama  program berjalan jumlah masyarakat (mitra) yang bergabung sebanyak 340 mitra dengan total dana program yang digulirkan Rp. 1.690.390.100.

Dengan adanya program-program seperti ini, pemerintah daerah sangat terbantu. Begitu juga pemda Bantaeng yang sedang melaksanakan propgram untuk mengentaskan kemiskinan. “Terimakasih kepada dompet dhuafa atas program yang sudah dilaksanakan. Peran dompet dhuafa sangat signifikan, dengan pola pendekatan dan metode pemberdayaan yang tepat dalam penanganan kemiskinan langsung ke masyarakat di wilayah-wilayah kantong kemiskinan.

Penggunaan dana zakat yang harus dipertanggung jawabkan kepada public dan Alloh SWT membuat setiap pelaksanaan program harus denganpertimbangan yang matang dan harusdipastikan bahwa dana tersebut benar-benar sampai ke masyarakat.

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan