Green Horti, Sepenggal Asa untuk Para Petani Dhuafa

“Saya yakin dan Optimis, program Dompet Dhuafa bersama Petani akan berhasil mewujudkan harapan para petani dengan peningkatan pendapatan lebih dari 1,5 kali Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto.”

Optimisme itu telah diazamkan oleh salah satu petani sayuran di Padusan, Mojokerto, Jawa Timur saat berdiskusi ringan di tengah bangunan Green House strawberry miliknya. Iwan Fanani, salah satu pemuda tani di Padusan yang saat ini diminta para petani untuk menjadi penggerak Paguyuban Padusan Agro, salah satu kelembagaan petani yang diinisiasi oleh program pertanian Dompet Dhuafa. Ia adalah di antara sedikit generasi muda petani yang masih berusaha menyisakan optimisme di relung hatinya dan ia berusaha untuk tetap bekerja di sektor pertanian di tengah banyaknya petani yang hengkang dari sektor ini.

Semangat Mas Iwan tentu harus didukung berbagai pihak dan tidak boleh berhenti di level wacana optimisme retoris saja, namun harus menukik pada area yang lebih praktis dan membumi di tengah-tengah keprihatinan para petani kecil kita. Gagasan Green Horti sebagai salah satu turunan program Mustahik Move to Muzakki/M3 Dompet Dhuafa untuk basis pertanian harus diwujudkan dengan melibatkan petani sebagai pelaku utama dalam program ini. Indikator program dengan penetapan target perubahan pendapatan petani senilai 1,5 x UMK harus dilihat dari sisi sebagai dampak dari aktivitas yang kita lakukan, sehingga kita tidak melupakan proses di lapangan.

Maka pilihan Desa Padusan yang berada di salah satu kawasan wisata Pacet Mojokerto dan Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur sebagai lokasi program Green Horti M-3 Dompet Dhuafa menjadi salah satu kawasan program pertanian menjadi langkah nyata dalam mewujudkan gagasan membangun optimisme pertanian Indonesia yang lebih praktis. Program Green Horti fokus dalam pengembangan pertanian basis komoditas sayuran unggul. Unsur penciptaan pasar adalah strategi penting dalam implementasi program ini, selain juga penguatan di aspek teknis teknologi budidaya, pemasaran dan dukungan pembiayaan modal usahatani.

Saat ini telah terhimpun 51 petani program Green Horti di Cianjur dan Mojokerto dalam bentuk kelomok-kelompok tani dari target 60 petani dan telah menginisiasi kelembagaan induk kelompok dalam bentuk paguyuban petani. Gagasan besar program Mostahik Move to Muzakki/M-3 telah dituangkan dalam kegiatan-kegiatan teknis di lapangan dengan dikawal oleh para pendamping level sarjana pertanian yang tinggal di lokasi program. Di antara kegiatan yang telah di laksanakan adalah pelatihan-pelatihan teknis produksi dan penanganan pasca panen oleh para praktisi agribisnis, pelatihan manajemen organisasi petani, pertemuaan-pertemuan kelompok untuk membahas rencana usahatani, penguatan kapasitas dan yang lainnya. Penguatan modal usahatani juga telah disalurkan dalam bentuk paket pembiayaan ke mitra anggota dengan jumlah dana lebih dari 400 juta yang alokasinya khusus untuk memperkuat peningkatan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi usahatani mitra anggota dengan berbasis manajemen kelompok.

Menjadi dhuafa bukanlah pilihan para petani Indonesia, maka program Mustahik Move to Muzakki menjadi jembatan bagi mereka untuk bergerak merubah keadaan ekonomi mereka. Iktiar Gerakan Mustahik Move to Muzakki telah implementasikan di lokasi Desa Padusan, Mojokerto dan Desa Sindangjaya, Cipanas. Para petani telah menyambut program ini dengan tangan terbuka dan rasa optimisme. Bukan hanya tercapainya angka perubahan 1,5 kali UMK yang menjadi mimpi besar dalam program ini, namun juga langkah dan semangat positif para pegiatnya untuk menjadi bagian dari upaya merajut asa dalam membangun optimisme para petani dhuafa Indonesia yang harus kita tunaikan. Maka, Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai. Sekali kita dukung petani, jangan ragu untuk terus bergerak. Karena mereka adalah bagian penting dari kita. (CakDim).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan