Gurihnya Beternak Jangkrik di Sragen

Heru Riyanto (41 tahun) merupakan satu dari tiga puluh orang penerima manfaat Program pemberdayaan TKI Purna di Kabupaten Sragen. Ia tinggal di Desa Jenggrik Kecamatan Kedawung, Sragen. Sehari-hari bapak tiga anak ini   bekerja sebagai buruh bangunan. Ia  pernah merantau mengadu nasib ke Malaysia bekerja di pabrik plywood selama belasan tahun. Sekarang ia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Malaysia dan memulai usaha ternak jangkrik. Keinginan heru untuk memulai usaha jangkrik didukung oleh sang istri Tumiasih. Ketika Heru sedang bekerja menjadi buruh bangunan, maka istrinya yang mengelola usaha jangkrik dengan memperhatikan manajemen pemberian pakannya.

Pada awal program pemberdayaan dimulai, Heru hanya mempunyai  satu kandang berukuran 1,25 m x 2,5 m x 0,60 m. Kapasitas panen jangkrik yang bisa ditampung dalam kandang tersebut adalah 25-30 kg, yang dihasilkan dari penetasan  2 ons telur. Seiring berjalannya waktu, Heru menambah jumlah kandangnya  menjadi lima unit. Hasil panen jangkrik yang pernah dicapai Pak heru mencapai 23 kg dan 18 kg. “Budidaya Jangkrik merupakan usaha yang prospeknya cukup baik karena permintaan pasarnya cukup tinggi.  permasalahannya pasokan telur yang masih terbatas dan harga pakan (voor) yang cukup mahal” Jelas Heru. “Pernah nyoba mengurangi voor dan memperbanyak sayur-sayuran untuk pakan seperti daun papaya, dan limbah sayur dari pasar, tapi pertumbuhannya malah lambat” lanjut Heru

Selain Heru mitra yang membudidayakan jangkrik adalah Wagianto (43 th) yang juga adlah rekan heru ketika bekerja di Malaysia. Wagianto,yang juga Ketua Koperasi KAMI (Keluarga Migran Indonesia) Mandiri sudah memiliki 11 unit kandang jangkrik di garasi rumahnya. Mulai dengan dari nol sekarang Wagianto sudah mampu memanen 29 Kg jangkrik dari 2 ons telur setiap panennya. Masih susahnya pasokan telur membuat ia mulai. menekuni usaha pembibitan dengan melakukan perkawinan induk jangkrik. Selama ini suplai telur jangkrik diambil dari Kota Solo karena kualitasnya cukup baik dibandingkan dari kota lainnya. Pak Wagianto pernah mengambil telur jangkrik dari Purwodadi, namun telur yang dihasilkan banyak yang gagal menetas.

Wagianto menjadi ketua Koperasi KAMI Mandiri sejak Maret 2015. Inisiasi pembentukan lembaga lokal tersebut dari anggota KAMI yang terinspirasi untuk memiliki koperasi. Wagianto menginisiasi pengadaan telur jangkrik dan pakannya dengan memperkuat peran koperasi sebagai kelembagaan lokal yang memfasilitasi kebutuhan anggota.  Dari pengadaan telur jangkrik dan pakan diharapkan akan ada keuntungan yang bisa didapatkan oleh koperasi.

(Darmansyah)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan