Hesti: Ini Hadiah Terindah dari Allah

“Islam mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam keadaan sulit dan sempit sekali pun. Kita harus meyakini bahwa Allah tidak pernah dzalim kepada hambanya dan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan orang yang ditimpa cobaan tersebut.”Demikian pegangan Sri Sugesti (39). Wanita yang akrab dipanggil Hesti ini mengaku pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya.

Bekerja sebagai tukang kredit keliling, Hesti harus berangkat pagi-pagi buta guna mengambil stok barang ke rumah seorang teman yang cukup jauh dari kediamannya. Hesti pun melanjutkan perjalanannya ke kampung-kampung untuk menawarkan barang dagangan milik temannya tersebut. Hesti hanya mengambil untung Rp2000 dari setiap potong pakaian yang laku terjual. Setiap bulan, tidak lebih dari Rp500 ribu yang dikumpulkan Hesti.

Setali tiga uang, Sang suami, Uung (50) yang bekerja sebagai supir angkot juga memiliki penghasilan yang pas-pasan. Penghasilan yang diterima Hesti dan Uung tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terlebih mereka juga harus membiayai sekolah dua putranya dan membantu pengobatan ibu kandung Hesti, Saini Husniawati yang menderita kanker serviks. Dengansangat terpaksa dan menahan rasa malu, terkadang Hesti dan Uung cari pinjaman sana-sini.

Alhamdulillah, di akhir 2010, Hesti mendapat tawar an untuk menjadi anggota mitra Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa. Hesti pun merasa tertarik, dan tanpa pikir panjang, wanita yang kini menjabat ketua ISM (Ikhtiar Swadaya Mitra) ini langsung menerima tawaran tersebut. Dengan tekun Hesti menjalani masa pelatihan dan penyuluhan yang diberikan oleh tim Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa.

Sekarang Ibu yang tinggal di Desa Jampang Bogor ini telah merasakan hasilnya, ia menjadi salah satu pedagang di Kantin Sehat Zona Madina yang terletak di halaman Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Jl. Raya Parung- Bogor km 42 Desa Jampang Parung-Bogor. Awalnya Hesti sempat bingung untuk menentukan usaha apa yang akan ditekuninya. Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya Hesti memilih membuka warung nasi uduk dan pecel lele di kantin tersebut.

Bersama 11 orang mitra Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa lainnya, Hesti membuka warung dari jam 08:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB. Menu yang disajikan di warung miliknya pun sangat murah meriah. Cukup merogoh kocek sebesar 10 ribu rupiah kita sudah bisa menikmati nasi uduk, ayam/lele goreng, tahu, tempe, dan lalap sambal. Di samping itu Hesti juga masih menggeluti pekerjaan lamanya. “Mungkin ini hadiah terbesar dari Allah setelah saya mengurus orang tua serta jawaban atas semua do’a dan usaha yang telah saya lakukan,” ucapnya.

“Dengan usaha yang saya tekuni saat ini, besar harap an saya untuk bisa menyekolahkan anak-anak sampai tingkat perguruan tinggi dan yang menjadi cita-cita saya selama ini yaitu pergi haji ke Tanah Suci Mekkah bisa kesampaian,” pungkas Hesti dengan penuh harap.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan