Kami Bangga, Terimakasih Dompet Dhuafa…

      Kabupaten Lebak merupakan kabupaten terluas di Propinsi Banten dengan luas wilayah 304.472 Ha (3.044,72 Km²) yang terdiri dari 28 Kecamatan dengan 340 desa dan 5 kelurahan.  Luasnya wilayah kabupaten lebak dengan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa membuat tingkat kemiskinan juga tinggi. “Struktur wilayah Lebak yang sedemikian membuat masih sekitar 40%  peduduknya hidup di bawah garis kemiskinan ada yang sangat miskin ada yang rentan miskin”, papar Asisten daerah (Asda) IV Bidang Kesejahteraan Pemkab Lebak, Eka Dharmana Putra.

      Kondisi ini yang membuat Dompet Dhuafa  menginisiasi program  Klaster Mandiri di Kabupaten Lebak. Di awali dari program beasiswa untuk anak sekolah dan kesehatan. Dan kemudian dilanjutkan program pengembangan ekonomi di bidang pertanian, peternakan dan umkm. Program kluster bermaksud untuk membuat  maju sebuah komunitas dengan diferensiasi bidang. “saya ingat sekali setelah melakukan survey kami meluncurkn program beasiswa di wilayah leuwidamar tahun 2011 dengan memberikan beasiswa kapada 427 siswa SD dengan total dana 380 juta. Setalah itu masuklah program kita yang lain seperti program pertanian, peternakan, kesehatan, pendidikan dan UMKM‘ Ungkap Ahmad Juwaini, Presiden Direktur Dompet Dhuafa.

      Program klaster mandiri di kabupaten lebak dilaksanakan selama 3 tahun. Program ini dilaksanakan oleh jejaring Dompet Dhuafa yang tergabung dalam community entreprise yang terdiri dari 3 lembaga, yaitu Masyarakat mandiri-UMKM, Kampoeng Ternak-Peternakan, Pertanian Sehat-Pertanian. Pencapain program selama ini adalah adanya perubahan kemampuan manajemen pengolaan secara kelembagaan dan usaha. Penerima manfaat program sebanyak 324 mitra dengan berbagai usaha baik peternakan, pertanian dan UMKM. Total dana program yang digulirkan Rp. 1.714.661.978. dari segi kalembagaan telah dibentuk koperasi di masih-masing bidang program. Dari segi pendapatan ada peningkatan pendapatan 58,8 %.

      Capaian program ini bukan dirasakan masyarakat saja namun dirasakan juga oleh pemerintah setempat. Dengan adanya program-program seperti ini pemerintah daerah merasa terbantu dalam penanggulangan kemiskinan. Optimisme disampaikan oleh pemkab Lebak melalui Asda IV. “Mari kita bersemangat menuju perubahan, perubahan selalu ada tantangan. Di Indonesia masih banyak orang yang memperhatikan kesejahteraan dan memang itu tugasnya pemerintah, namun pemerintah ada keterbatasan. Maka diperlukan dorongan dari intitusi non pemerintah seperti Dompet dhuafa ini untuk berperan dalam pengentasan kemiskinan. Masyarakat harus didorong penuh sampai meningkat usahanya sampai meningkat pendapatannya’ Ungkap Eka Dharmana Putra. Kami bangga, terimakasih Dompet Dhuafa…

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan