Klaster Mandiri, Ikhtiar Mengentasan Kemiskinan

Dalam upaya menumbuhkan ekonomi komunitas, Dompet Dhuafa meluncurkan program Klaster Mandiri sebagai ikhtiar untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat. Klaster Mandiri diharapkan mampu membangun penguatan likuiditas permodalan, penguatan faktor Produksi dan penguatan perdagangan. Mandegnya perekonomian di desa banyak disebabkan karena kurangnya likuiditas dan permodalan untuk membangkitkan transaksi ekonomi. Rakyat miskin di desa tak dapat mengaskses permodalan melalui permodalan dengan mudah. Perlu adanya terobosan untuk memberikan akses permodalan ini buat sektor produktif di desa. Dengan demikian tak ada orang desa yang terjerat riba.

Penguatan faktor produksi di desa seperti pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, usaha kecil dan lannya diperkuat melalui seperangkat program pendampingan dan penguatan. Tantangannya sangat besar karena saat ini sektor produksi sangat lemah. Masyarakat telah didera mental konsumtif dengan didukung kebijakan impor Negara terhadap sektor yang diproduksi desa.

Permodalan dan sektor produksi juga harus disambungkan dengan sistem perdagangan yang sehat dan adil. Penguataan perdagangan akan mendorong ekonomi yang sehat yang menumbuhkan sektor industri desa dan sekaligus menjamin distribusi kebutuhan hidup yang lancar. Penguatan perdagangan dilakukan dengan mendorong kekuatan pemasaran para petani, peternak nelayan dan industri kecil dengan pelatihan dan pendampingan mengenai kualitas produksi, sertifikasi, kemasan, dan penguatan marketing board (jaringan pemasaran).

Program klaster mandiri dalam pelaksanaannya di bagi menjadi tiga bidang yang meliputi UMKM, Pertanian dan Peternakan. Bidang UMKM adalah bidang yang dilaksanakan oleh Masyarakat Mandiri. Bidang UMKM sendiri dilakukan di tujuh propinsi dan tujuh kabupaten. Ketujuh lokasi tersebut adalah kabupaten Lebak-Banten, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Kabupetan Kulon Progo-DI Yogyakarta, Kabupaten Blora-Jawa Tengah, Kabupaten Tuban- Jawa Timur, Kabupaten Bantaeng-Sulawesi Selatan dan Kabupaten Rote nDao-Nusa Tenggara Timur.

Program klaster mandiri dilaksanakan selama tiga tahun sejak 2011. Tiga tahun program berjalan sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaat program. Jumlah penerima manfaat program klaster mandiri mencapai 956 KK dengan dana yang sudah terserap mencapai 2.4 Milyar. Dana dipergunakan untuk bantuan modal usaha pribadi, modal usaha bersama (ISM), penguatan kapasitas mitra dan pendampingan intensif selam program.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh MM-DD memang memiliki keunggulan yaitu adanya pendampingan intensif dengan menempatkan seorang field officer (pendamping) yang tinggal di komunitas dampingan (live in community).

Dengan mewajibkan pendamping tinggal di komunitas dampingan akan lebih mudah mengontrol penyaluran, mempermudah dalam proses pendampingan, cepat memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi dikomunitas dan mempercepat perubahan mindset masyarakat.

Aspek perubahan mindset memang akan menjadi pendukung utama kemajuan usaha. Karakter yang sudah lama tertanam turun temurun membutuhkan waktu untuk merubahnya. Karakter yang puas dengan keadaan (nrimo ing pandum), karakter susah untuk menerima perubahan menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya pendamping, hal-hal tersebut bisa di kikis sedikit demi sedikit. Perubahan itu yang membuat usaha mitra bertambah maju dan hampir di setiap tempat dampingan mempunyai usaha yang menghasilkan produk-produk unggulan.

Salah satu aspek penentu kesuksesan usaha yang paling utama adalah pemasaran. Hal tersebut sangat penting karena kelancaran pemasaran akan mempengaruhi tingkat pendapatan, kapasitas produksi dan keberlanjutan usaha. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam hal ini adalah perluasan akses pasar baik melalui penjualan produk langsung ke pasar lokal maupun luar daerah dengan sistem jual lepas, konsinyasi maupun melalui sales. Selain itu kerjasama pemasaran dengan pengusaha lokal dan luar daerah juga dilakukan dengan model kemitraan yang diharapkan dapat menjamin kontinyuitas pemasaran produk. Kegiatan promosi melalui media, pembuatan katalog dan mengikuti kegiatan pameran produk juga menjadi komponen penting dalam sistem dan strategi pemasaran.

Mitra sudah mampu menghasilkan produk-produk unggulan, yang mampu bersaing dipasar. Produk-produk tersebut antara lain seperti batu bata, dompet handmade, ikan hias, keset kain perca dan gula semut. Khusu produk gula semut secara kualitas, sudah sesuai spesifikasi produk ekspor, dan dilakukan program pengambangannya.. Produk-produk unggulan diharapkan mampu menjadi ikon di setiap wilayah yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan mitra dampingan.

Program Klaster Mandiri sebagai program pemberdayaan masyarakat (mustahik) melalui pengembangan ekonomi secara umum telah memberikan dampak yang positif pada peningkatan kesejahteraan mustahik khususnya pemetik manfaat langsung. Setelah proses pendampingan program selama lebih dari 2 tahun terjadi peningkatan pendapatan pemetik manfaat program rata-rata sebesar 11,16,  menurunnya tingkat kesenjangan dan keparahan kemiskinan pada wilayah sasaran program. Namun demikian keberhasilan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentu akan tetap dipengaruhi oleh kondisi perekonomian secara makro yang mungkin kurang mendukung iklim usaha komunitas sasaran dan mungkin akan mempengaruhi pencapaian saat ini.  (MM)

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan