KPMS Rambah Makassar

                             Foto Ilustrasi pedagang Buroncong (Foto : Fajar Online)

                                        

    Maraknya isu makanan jajanan yang tidak sehat membuat prihatin banyak pihak. Praktek-praktek penambahan bahan makanan berbahaya menjadi seperti hal biasa di kalangan masyarakat awam. Warung-warung dengan bebas menjual bahan-bahan tersebut tanpa pengawasan.

      Diperlukan edukasi kepada para pedagang untuk dapat membuat dan menjual bahan makanan yang sehat. Perlu kepedulian multi stakeholder untuk mewujudkannya. Tidak hanya sekedar penyuluhan perlu pendekatan yang intensif dan ‘manusiawi”.

    Masyarakat Mandiri (MM) Dompet Dhuafa (DD) salah pihak yang konsen dalam hal ini, menggulirkan Program Kelompok Pedagang Makanan Sehat yang sejak tahun 2007 dan sudah tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

    Tahun 2014, program KPMS menancapkan kuku di pulau Sulawesi tepatnya di kota Makassar. Tujuan program ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para pedagang. Sasaran program adalah pedagang kue buroncong yang banyak tersebar di sudut-sudut kota makassar.

Kue buroncong adalah kue tradisional khas Sulawesi Selatan. Kue ini punya tempat sendiri dihati masyarakat SulSel ditengah hadirnya kue-kue modern seperti talas dan brownies..

Dalam program KPMS selain diberikan edukasi tatacara pembuatan buroncong yang baik dan sehat juga akan difasilitasi permodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Pelaksanan program tidak hanya sekedar ada program namun dilakukan pendampingan secara masif dan intensif kepada para pedagang. Ada 100 pedagang buroncong yang akan diajak untuk mengikuti program. program ini rencananya akan dilaksanakan dalam jangka waktu 2 tahun dengan pendampingan intensif.

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan