“Lektop” Buat Yuyun

Ini sebuah pencapaian berharga bagi seseorang yang diam di atas sebuah perbukitan yang penuh bebatuan untuk mencapainya. Bupati Bogor memujinya sebagai orang desa di ujung Bogor yang mampu mengalahkan orang-orang kota dalam soal pengabdian dan prestasi. Orang-orang dari berbagai daerah, tak terkecuali sebuah rombongan dari Tanah Rencong menyisihkan waktu belajar pada sosok Yuyun tentang sebuah lembaga perekonomian desa berwujud koperasi.

Yuyun dan semangat mengabdi begitu identik. Sebuah koperasi serba usaha di Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor besar di tangannya. Selama lima tahun lebih ia membidani dan membesarkan untuk kepentingan perekonomian warga desanya. Sifat telaten, selalu semangat dan bertanggung jawab rupanya yang menjadi modal perempuan lulusan SD itu seperti tak kenal lelah mengelola koperasi. Setiap tahun, ia dan timnya selalu mewujudkan pertanggungjawaban publik dengan mengadakan Rapat Akhir Tahun (RAT) Koperasi Serba Usaha Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) Buanajaya.

Di tengah giatnya mengawal perjalanan koperasinya, sebuah cobaan menghadang Yuyun. Awal Maret kemarin, isteri Yayan itu diantar Jumali, salah saeorang pengawas koperasi menyebarkan undangan RAT ke sejumlah intansi dan lembaga. Belum sampai di Kantor Dinas Koperasi yang dituju, motor yang dikendarai dipepet sebuah motor yang dikendarai secara sembrono oleh seorang anak muda. Motor Jumali dan yuyun oleng tak terkendali. Sebuah mobil container berjalan perlahan dari arah berlawanan. Orang-orang di pinggir jalan menyaksikan Jumali dan Yuyun terpental ke dua arah yang berbeda. Berselang sekian detik kemudian, orang-orang melihat mereka tergeletak di dekat roda besar mobil container.

Orang-orang tak habis pikir. Sebuah keajaiban terjadi di depan mata mereka. Yuyun sadar penuh. Saat ia diangkat dari bawah mobil raksasa itu, Yuyun meminta mereka menolong Jumali yang belum tahu di mana raganya. Orang-orang dibuat takjub bukan buatan. Jumali berjalan tegak seperti tak terjadi sesuatu. Sementara motor yang dikendarainya ringsek mengganjal sebuah roda container. Subhanallah!

Jumali tak cidera sama sekali. Yuyun cedera tulang punggung. Dalam kondisi lemah, perempuan ini masih sempat menghubungi Dinas Koperasi melalui ponselnya untuk memberitahu bahwa dirinya hari itu tak berhasil membawa undangan RAT ke meja dinas.

Bagi Yuyun dan Jumali, itulah cobaan pengabdiannya. Di sela-sela masa pemulihan, Yuyun masih memperhatikan koperasinya yang dijalankan teman-temannya. Dalam kondisi belum bisa berjalan, ia melayani kedatangan sebuah rombongan tamu dari Aceh. Beberapa lembaga Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) dampingan Dompet Dhuafa kerjasama PT Exxon Mobile belajar tentang pengelolaan koperasi. Yuyun bersemangat dan seperti melupakan rasa sakitnya, menjawab berbagai pertanyaan tetamu mengenai bagaimana caranya memajukan lembaga koperasi di desa seperti di Desa Buanajaya. Yuyun ingin berbagi pengalaman sekaligus berbagi energi pada mereka yang belajar padanya.

Tak hanya tetamu dari Tanah Rencong, berapa kalangan dan kelompok banyak datang belajar atau studi banding pada koperasi Yuyun. Di antaranya antaranya sebuah komunitas pedalaman di Sulawesi dan lembaga besar seerti Amanat Ikhtiar Malaysia. Mereka hampir tak bisa menutupi rasa salutnya pada keuletan Yuyun mengawal koperasi yang kini beranggota lebih dari 105 orang dan mayoritas perempuan. Yuyun berhasil mengubah sebuah lembaga sederhana saat didampingi pada sebuah program pemberdayaan di desanya pada rentang tahun 2000 – 2005. Ibu tiga anak ini mampu menjadikan koperasi sebagai pilihan warga dalam pengadaan simpan pinjam dan sembako.

Secara pribadi, Yuyun telah berhasil mengubah nasibnya yang dulu hanya seorang buruh di kebun orang kini bahkan mampu membantu ekonomi warga lain. Sebagai pengurus, Yuyun dan teman-temannya mendorong anggota koperasi aktif dengan berbagai pembinaan. Mereka yang pinjam modal usaha cukup disiplin dalam mengembalikan pinjaman karena sikap percayanya pada pengurus. Kepercayaan ini meluas hingga luar batas Desa Buanajaya, termasuk warga di desa-desa sekitar wilayah Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor.

Ketika usia Koperasi ISM Buanajaya belum genap setahun, sebuah bank syariah pemerintah pusat pernah memberikan kepercayaan bantuan pinjaman untuk modal koperasi. Besar pinjaman tak kurang dari Rp 50 juta yang kini sudah dilunasi berkat kelancaran angsuran pinjaman para anggota. Kepercayaan memang terus dipanen Yuyun dan kawan-kawan.

Tahun ini Koperasi ISM Buanajaya beroleh kepercayaan kembali. Kemajuan koperasi dan keaktifan Yuyun melaporkan perkembangannya mengundang Bupati Bogor Rahmat Yasin memberikan penghargaan cukup prestisius di kalangan pegiat koperasi. Bupati menganugerahi Koperasi ISM Buanajaya sebagai Juara II Koperasi Berprestasi. Koperasi pimpinan Yuyun berdampingan dengan Juara I yang berhasil digondol sebuah koperasi beraset milyaran, selain harus menyisihkan sekitar 1600 unit koperasi lainnya.

Sebuah komputer berlayar LCD menjadi penggenap penghargaan yang diterima Yuyun dan teman-teman. Saking gembiranya, yuyun berbagi kabar ke teman-teman dan lembaga yang pernah membantunya melalui sebuah pesan pendek, “Koperasi saya dapat penghargaan dari bupati jadi koperasi berprestasi No. 2, dikasih seperangkat lektop. Berkat pidua sadayana.”

Karena masih dalam masa pemulihan, Yuyun tak bisa menerima penghargaan langsung dari Bupati Bogor. Jumali, rekan sejawat Yuyun mewakilinya menemui Bupati saat peringatan Hari Koperasi di Cibinong. Jumali menceritakan sejumlah pujian Bupati Bogor pada koperasi yang dipimpin Yuyun. “Tak disangka koperasi berprestasi malah dipegang orang-orang desa di ujung Bogor yang jauh dari kota,” begitu kira-kira di antara ucapan Bupati Rahmat Yasin yang dikutip Jumali.

Tulisan ini dimuat di Majalah Khalifah Edisi Juli 2010. Yuyun dengan Koperasi ISM Buanajaya merupakan mitra dampingan MM tahun 2000-2005.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan