Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Bantu Saprotan Petani Cipanas

Cianjur – Nuansa ceria dan sumringah terukir di wajah 30 petani anggota paguyuban Sumber Jaya Tani, Cipanas-Cianjur. Hari itu, Selasa (12/04) mereka menerima bantuan modal berupa sarana penunjang produksi berupa keranjang kontainer dan satu unit sprayer. Bantuan ini bagian dari program  Program Mustahik Move To Muzakki (M3)-Green Horti   Cianjur yang dilaksanakan oleh Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa.

Keranjang kontainer sangat bermanfaat untuk menampung hasil panen sayur. “Kontainer ini berguna ketika panen nanti. Selama ini petani jika panen menggunakan plastik untuk menampung hasil panen, dan menyebabkan kerusakan pada produk. Kalau pakai kontainer, kerusakan fisik bisa diminimalisir” ungkap Asep Hambali, selaku pendamping program Green Horti M3 – Dompet Dhuafa

Keranjang kontainer tersebut juga merupakan upaya memenuhi persyaratan kualitas sayur hasil panen sehingga bisa di terima oleh PT Masada, yang bekerjasama dengan mitra dalam penjualan hasil panen. Kedepannya, jika petani panen, hasil panen cukup ditampung di kontainer dan diserahkan langsung ke perusahaan. Selanjutnya petani akan mendapat kontainer kosong untuk digunakan pada panen berikutnya.

Tak hanya kontainer saja yang diterima petani pada sore itu. Satu unit sprayer elektrik juga diberikan kepada petani. Bagi para petani, sarana tersebut merupakan sesuatu hal yang baru karena dengan kondisi perekonomian mereka saat ini untuk bisa memiliki peralatan tersebut cukup sulit. Apalagi, beberapa petani belum pernah menggunakan sprayer elektrik, selama ini mereka menggunakan sprayer manual. Mulanya petani sedikit khawatir dengan cara merangkai dan menggunakannya, terlebih lagi buku petunjuk penggunaannya berbahasa Inggris. Akan tetapi kekhawatiran tersebut mereda seiring penjelasan yang disampaikan olah Maman, Ketua Paguyuban Sumber Jaya Tani. Paguyuban Sumber Jaya Tani adalah paguyuban yang dibentuk secara swadaya oleh masyarakat sebagai wadah bertukar informasi dan mewakili petani dalam berbagai kegiatan dan kerjasama dengan pihak lain.

“Tong hilap nya lamun bade dipake di cas an heula peting na (Jangan lupa jika mau dipakai besok di charge dulu malamnya)” begitu pesan Maman kepada anggota Paguyuban. Seorang petani kemudian mencoba menggunakan alat tersebut dan disambut dengan riuh tawa petani lainnya karena terlihat seperti seorang astronot. (KMM/Zahrul/ Asep)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *