Masyarakat Mandiri Latih Petani Kopi Gayo

Pengetahuna mengenai penanganan Paska Panen musim minim ditingkat petani. Penenganan paska panen memiliki pengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Unutk meningkatkan pengetahuan mengenai penanganan produk paska panen Koperasi Serba Usaha (KSU) Musara Pakat mengadakan Pelatihan Penanganan Paska Panen Kopi Arabica Gayo Dan Kewirausahaan. Pelatihan dilaksanakan sabtu (28/05) di i kantor KSU Musara Pakat desa Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Peserta pelatihan berjumlah 90 anggota petani yang tergabung dalam KSU Musara Pakat, dengan narasumber Mahdi Usati dari Gayo Cupper Team (GCT)

Kopi merupakan komoditas kedua paling banyak diperdagangkan didunia setelah minyak bumi, ini merupakan peluang besar bagi para petani kopi untuk bisa memenuhi kebutuhan kopi dunia melalui wadah kelompok seperti koperasi sehingga mempunyai nilai tawar. Dalam pelatihan ini dipaparkan mengenai konsumsi kopi dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi banyak permasalahan di tingkat petani yang menyebabkan kualitas kopi itu di bawah standar, salah satu nya adalah penanganan panen dan paska panen yang mempengaruhi kualitas fisik dan cita rasa. Koperasi berpeluang untuk memfasilitasi para anggota petani dari panen hingga menjadi beras kopi (greenbean). Karena dengan begitu setiap fase proses pengolahan petani akan mendapat nilai tambah.

“Rantai pasok kopi arabika gayo masih panjang. Koperasi bisa mengambil peran besar dalam hal tersebut dengan tidak menjadikan tengkulak lokal sebagai pesaing, akan tetapi menjadikan para tengkulak sebagai mitra kolektor”, tutur Mahdi. Gayo Cupper Team (GCT) bersedia untuk mendampingi penanganan paska panen dan menjamin pasar penjualan kopi gayo nantinya. Ini merupakan peluang terbaik bagi koperasi untuk bisa jauh lebih maju.

“Harapan kita semoga segera  ada qanun atau Perda pemerintah daerah yang mengatur regulasi tentang perkopian, karena  90 % kopi Arabika Gayo masih dipasarkan sebagai kopi komersial dan di eksport melalui Sumatra Utara” ujar Mahdi.

Peserta juga diajarkan  cupping dasar kopi untuk mengetahui cita rasa kopi yang di proses dengan benar dan yang diproses  tidak benar. Sehingga nanti para petani tidak mengabaikan penanganan paska panen yang berujung pada kualitas rasa. “Semoga KSU Musara Pakat bisa menghasilkan kopi terbaik nya baik secara fisik mau pun cita rasa sehingga nilai-nilai ekonomi masyarakat bisa meningkat seperti sebelum ada nya pogram ini” harap Mahdi di akhir pelatihan. (KMM/Zahrul)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *