Melalui MM Dompet Dhuafa, Tokopedia Wujudkan Mimpi Rukamanah

Hari itu Jumat (27/11), mentari belum terasa terik. Kantor Masyarakat Mandiri (MM) kedatangan laki-laki dan perempuan yang kira-kira usianya 50 an tahun.

“Assalamu’alaykum. Maaf pak mau bertemu siapa?” sapaku.

“Wa’alaykumsalam, ini saya pak mo ngajuin proposal”, Jawab bapaknya, sambil menyodorkan selembar kertas.

“Oiyaa silakan duduk dulu”, jawabku

Pasangan tersebut ditemui oleh  Manager HRD, Keuangan dan Operasional. Dituturkan bahwa kedua orang tersebut mengajukan bantuan untuk mesin jahit. Bapaknya bekerja sebagai pengajar honorer di Yayasan Darul Aitam dengan Honor 280 ribu per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka juga di bantu oleh anaknya, namun kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuatnya kebingungan untuk menutupi kekurangan kebutuhan hidupnya. Dalam pemenuhan kebutuhan akan kesehatanpun mereka di bantu oleh Dompet Dhuafa melalui Rumah Sehat Terpadu (RST) yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

Rukamanah sang istri mempunyai keahlian menjahit. Ia ingin sekali membatu suaminya, tapi ia tidak mempunyai mesin jahit. Ketika berobat di RST, mereka diarahkan ke kantor MM.

Hari itu, mereka datang ke kantor MM dengan membawa selembar proposal, KTP dan KK. Mereka tinggal di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng Bogor yang notabene adalah tetangga kecamatan dimana kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa berada tempat kantor MM.

Masyarakat Mandiri merupakan jejaring ekonomi Dompet Dhuafa yang bergerak di Pemberdayaan Masyarakat yang fokus di bidang UMKM. Dalam melaksanakan program pemberdayaan, semua base pada komunitas miskin di indonesia yang sudah dilakukan survey terlebih dahulu. Untuk pemberdayaan individu, Dompet Dhuafa mendirikan Social Trust Fund (STF). STF inilah yang memberikan bantuan permodalan bagi individu kurang mampu yang butuh permodalan untuk usaha. Begitulah penjelasan yang diberikan setiap kali ada yang datang ke kantor untuk meminta batuan usaha.

Seminggu berlalu pasangan itu datang kembali ke kantor MM, mereka menanyakan proposal yang mereka titipkan kepada Soni, Manajer HRD, Keuangan dan Operasional. “Mo nanyain proposal, tadi sudah ketemu sama pak Didik” jelas bapaknya.

Didik adalah Kordinator bagian bisnis yang diminta untuk menindaklanjuti proposal keduanya. “Bapak Ibu sebenarnya kami tidak memberikan bantuan untuk perorangan, semua program kami sudah terencana dan fokus kepada komunitas masyarakat” jelas Didik. “Tapi Mungkin ini sudah menjadi rezeki bapak atau ibu……..”. ”Maksudnya gimana pak” sergah bapaknya memotong perkataan Didik. “Begini pak bu, waktu hari jumat pagi bapak menitipkan proposal, siangnya datang bantuan mesin jahit, donasi dari Tokopedia” Jelas Didik.

“Alhamdulillah” ungkap si ibu sambil menitihkan airmata.

Siang itu, setelah pasangan tersebut pulang, datang mobil membawa mesin jahit sebanyak 55 buah dan mesin obras donasi dari Tokopedia untuk mitra dampingan Dompet Dhuafa.

“Saya terasa mimpi. Bertahun-tahun pingin punya mesin jahit, baru hari ini terkabul, Alhamdulillah. Lemes kaki saya, masih nggak percaya” ungkap Rukamanah sembari terus berucap syukur. Hari itu mungkin menjadi hari paling membahagiakan bagi rukamanah, apa yang diimpikan menjadi kenyataan.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Tokopedia atas mesin jahit yang diberikan kepada saya. Semoga Dompet Dhuafa dan Tokopedia semakin maju, dan mesin jahit ini menjadi keberkahan buat saya” , tutur Rukamanah.

Sederhana dan mungkin tidak seberapa bagi kita namun begitu berharga bagi mereka. Bantuan yang mereka inginkan untuk merajut mimpi-mimpi mereka untuk merasakan yang namanya hidup sejahtera.

(Slamet Mulyanto)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan