Menelisik Model Pengembangan Pertanian Organik Basis Komunitas di Klaster Program Pertanian Dompet Dhuafa

CIANJUR – Perwakilan Tim Pokja Pertanian Organik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kunjungan ke lokasi program pemberdayaan petani padi sehat (organik) dampingan Dompet Dhuafa di Klaster Cianjur, Jawa Barat, Jumat (22/07). Perwakilan tim pokja yang terdiri atas unsur OJK, Dompet Dhuafa, BNI Syariah, BRI Syariah dan BSM melakukan kunjungan untuk pendalaman fakta praktik pertanian organik. Baik dari sisi potensi, permasalahan maupun kebutuhan pengembangannya.

Pendalaman tentang model-model pengembangan pertanian organik pada tingkatan praktis di level petani terus dilakukan oleh tim Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian Organik OJK. Selain untuk memperdalam fakta-fakta dalam pelaksanaan pengembangan pertanian organik.  Kunjungan juga ingin melihat perspektif petani dalam melihat persoalan berbagai potensi dan permasalahan pertanian organik terutama dari sisi pembiayaan syariah.

Upaya melakukan pendalaman potensi, masalah dan kebutuhan pengembangan pertanian organik dilakukan dengan kunjungan ke objek-objek pengembangan pertanian organik di klaster program pertanian Dompet Dhuafa Cianjur. Tim pokja berkesempatan melihat langsung lahan-lahan budidaya pertanian padi dampingan langsung Dompet Dhuafa yang masih terhampar luas, areal pengolahan pasca panen termasuk penggilingan padi, gudang gabah dan beras, rumah kompos dan areal peternakan domba sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk organik.

Tim pokja juga melakukan diskusi dengan pengurus Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan Desa Sukaraharja, Kec. Cibeber. Kelembagaan petani yang saat ini menjadi pengelola program pertanian padi organik di tingkat lokal. Dalam suasana informal,  diskusi yang berlangsung di Saung Tani Sehat ini membahas banyak hal terkait sejarah, latar belakang program, perkembangan program, potensi, masalah dan kebutuhan pengembangan pertanian organik ke depan terutama dari sisi pembiayaan dan sebagainya.

Casdimin, perwakilan Dompet Dhuafa juga anggota tim Pokja Pertanian Organik OJK memaparkan hal unik dari pengembangan pertanian padi organik di Cianjur yaitu basis pengelolaannya dilakukan secara komunal. Pendekatan komunal dilakukan Dompet Dhuafa dalam pengembangan pertanian organik tidak terlepas dari misi program yang mengambil pendekatan konsep pemberdayaan masyarakat sehingga efek program diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat penerima manfaat dan lingkungan sekitarnya. Pola-pola penguatan kelompok tani, peningkatan kapasitas petani baik sisi manajemen maupun teknis budidaya pertanian organik, penguatan pascapanen dan pemasaran hingga penguatan kelembagaan koperasi petani menjadi konsen Dompet Dhuafa dalam pengembangan program di Cianjur telah melibatkan 200 KK petani mitra dan mengelola lahan mitra seluas 53 Ha.

Perkembangan program pengembangan pertanian padi organik mengalami kemajuan yang signifikan dari sisi usaha komunitas yang dijalankan. Ayi Rahmat, manajer Koperasi Gapoktan Al-Ikwan menyampaikan saat ini koperasi fokus melakukan bisnisnya di penanganan pasca panen dan pemasaran hasil panen beras sehat organik. Laporan Tutup Buku Tahun 2015 saat Rapat Anggota Tahunan yang dilaksanakan bulan Januari 2016 mencantumkan asset koperasi yang mencapai lebih dari Rp 837 juta dengan total pendapatan usaha selama setahun sebesar Rp 1,6 Milyar. Sesuai dengan komitmennya, Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan dikelola dengan pendekatan Social Enterprise. Sebagian keuntungan yang diperoleh koperasi dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti pendidikan gratis, penyediaan pangan murah dan bentuk kegiatan sosial lainnya.

Diskusi menghangat dengan penambahan informasi-informasi potensi, permalahan dan tantangan dalam pengembangan pertanian padi organik khususnya yang dihadapi petani mitra Al-Ikhwan. “Merubah pola pikir petani untuk peduli terhadap pengelolaan pertanian secara ramah lingkungan menjadi tantangan khusus dalam program yang dijalankan oleh Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan,” pungkas Hoer, selaku ketua Koperasi Al-Ikhwan Cianjur.

Aulia Fadly, Deputi Direktur Spesialis Penelitian OJK menyampaikan rasa senangnya dengan kunjungan ke lokasi pengembangan pertanian organik dampingan Dompet Dhuafa. Penerapan konsep pertanian organik dalam bentuk praktis dapat dilakukan dengan baik dan mampu memberikan nilai tambah. Dengan berjalannya usaha pengembangan pertanian organik yang dilakukan oleh Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan saat ini, menjadi peluang bagi perbankan syariah untuk ikut andil dalam program ini. Tinggal dihitung, pada sisi mana perbankan bisa masuk, apakah di aspek on farm atau di off farmnya. Menurutnya, dukungan pihak lain dalam pengembangan pertanian khususnya pertanian organik menjadi penting dan strategis kaitannya dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa ini, termasuk di dalamnya pihak perbankan syariah.

Pihak perbankan syariah dari tim Pokja OJK diwakili oleh BSM, BRI Syariah dan BNI Syariah menyampaikan apresiasinya terhadap apa yang telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa dan Gapoktan Al-Ikhwan dalam mengembangkan pertanian padi organik di Cianjur.  Selain menggali persoalan pertanian organik dikaitkan dengan pembiayaan syariah, perwakilan perbankan syariah juga mendukung gerakan pertanian organik tidak hanya melalui pendekatan pembiayaan syariah secara komersial, tetapi juga peluang pemanfaatan bantuan pembiayaan non kemersial yang sumbernya dari dana CSR dan yang lainnya.

Kunjungan dan diskusi tim pokja pertanian organik OJK dengan pengurus Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan telah menumbuhkan optimisme tentang prospek dan peluang pertanian organik. Pertanian organik tidak hanya layak secara ekonomi, namun juga telah memberikan dampak sosial dan ekologi yang lebih baik.  Aspek keberlanjutan dalam prinsip pertanian organik menjadi kunci dalam menjamin kelestarian ekologi pertanian yang saat ini mulai rusak. Dalam konteks lebih luas, maka praktek pertanian organik dikaitkan dengan pembiayaan syariah menjadi pilar penting dalam menjamin keberlanjutan sektor ekonomi di negeri ini.

Tidak salah jika OJK dengan semangatnya  membentuk tim pokja khusus pertanian organik dengan pembiayaan syariah agar kondisi keberlanjutan, baik dalam hal pertanian, pembiayaan maupun sektor ekonomi secara umum dapat dicapai dengan baik. Karena memang, pokja dibentuk dalam rangka menyatukan ide dan gagasan para pihak (stakeholder) dalam pengembangan pertanian organik di Indonesia. (Casdimin/DD).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *