Menengok Harapan dan Mimpi ISM

Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM), keberadaanya dimulai tahun 2000. ISM merupakan penamaan bagi kelompok atau lembaga ekonomi dampingan Dompet Dhuafa. Istilah ikhtiar tidak sekadar bermakna ‘berusaha’ tetapi juga memiliki unsur ‘doa’. Kenapa? Karena kelembagaan ISM terdiri dari orang-orang miskin yang secara skill serba kurang. Pengurus ISM, paling tinggi sekolahnya SMP (mayoritas SD bahkan ada yang tidak tamat SD). Dengan keterbatasan yang mereka miliki, para pengurus ISM ini harus mengelola kelompok-kelompok masyarakat. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Masyarakat Mandiri (MM). Bagaimana untuk meningkatkan kapasitas mereka, baik technical skill, management skill, leadership, motivation dan team work.

Temu Nasional ISM ke-3 merupakan penguatan komitmen bersama, terutama bagi ISM yang telah cukup lama bergabung dalam pendampingan MM yang kemudian dimandirikan. ISM telah mampu mendobrak tradisi dan keengganan dhuafa untuk terlibat dalam kegiatan organisasi. Sebelumnya, mereka cendrung bekerja sendiri-sendiri, tidak berkelompok, enggan berbagi pengalaman, tidak mengenal model pembiyaan syariah dan tidak mengenal kelembagaan karena jarang dilibatkan secara langsung.

Kini, secara perlahan mereka melalui interaksi yang intensif mulai mengenal pembiayaan model syariah, memimpin dan menjadi anggota aktif di kelompok, senang bekerja dan membantu orang lain. Meskipun dengan kemampuan yang masih harus di tingkatkan lagi. ISM UMMI Cianjur misalnya, saat ini menjadi satu-satunya koperasi yang mengelola pembiayaan berbasis syariah di Cianjur dengan aset sekitar Rp 84 juta dan melayani 179 anggota, ISM Manggar Sari, Pacitan telah mengembangkan bisnis ISM selain jual beli gula merah juga penggemukan sapi dengan asset sekitar Rp 228 juta dan melayani 154 anggota, ISM Buana Jaya melayani 103 anggota yang tinggal di Kaki Gunung Sangga Buana – Bogor dengan aset Rp 193 jutaan. Kemudian ISM Petik Tangerang mulai berkiprah menjadi koperasi ternak yang masuk koperasi terbaik tingkat nasional. Dan, banyak masih terdapat ISM-ISM lain yang mulai metamorfosa menjadi kelembagaan koperasi dengan ciri khas pembiayaan berbasis syariah.

Sudah berhasilkah ISM kita? Sudah pasti belum. Dilihat dari usia organisasi mereka tergolong muda (masih tahap pertumbuhan) yang beranjak menjadi remaja. Apalagi, seperti dengan kondisi yang disebutkan di atas, ‘memiliki banyak keterbatasan’. Sehingga inilah yang perlu diberikan penguatan oleh siapapun (peneliti, dinas terkait, relawan atau pihak manapun). Namun, impian mereka (para pengurus) untuk menjadikan ISM sebagai lembaga ekonomi yang membantu masyarakat desa dalam meningkatan pendapatan, sebagai tempat belajar / sekolah bagi sesama dhuafa, dan keberlanjutan serta memiliki jati diri. Pilihan pembiayaan berbasis syariah menjadi komitmen dalam Temu ISM ke-3 kali ini. Sehingga Kata ‘Ikhtiar’ dalam kontek ISM ini adalah berusaha dengan sungguh-sungguh melalui upaya yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT. Kata ‘Swadaya’ merupakan wujud kebersamaan dan kata ‘Mitra’ memiliki makna sejajar. Sehingga, kita semua berharap kelak ISM menjadi mitra yang sejajar, dengan siapapun. Sejajar karena prinsip jati dirinya.
Waallahu ‘alam.

Oleh: PONCO NUGROHO, Program Manager MM

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan