Mengerek Ekonomi Kerek

Kerek adalah nama kecamatan di Kabupaten Tuban, lokasinya ±20 menit dari Jalur Pantura. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani, seperti umumnya masyarakat di Jawa Timur. Cuaca di Kerek cenderung panas terutama di siang hari karena dekat dengan laut jawa. Letak berbukit dan masih banyak hutan rakyat yang diselingi ladang penduduk.

Dompet Dhuafa bersama jejaring ekonomi masyarakat mandiri menggulirkan program klaster mandiri Tuban di kecamatan Kerek tepatnya di Desa Gaji dan Desa Wolutengah. Di kedua desa ini masyarakatanya sehari sehari bekerja di ladang (tegalan). Ada potensi dari hasil pertanian yang di kembangkan yaitu pengolahan kerupuk singkong dan Batik Gedog.

Program mulai digulirkan tahun 2012 dengan membentuk kelompok kerupuk singkong di desa wolutengah yang beranggotakan ibu-ibu. Singkong hasil pertanian kemudian di olah menjadi kerupuk. Kendala yang masih di hadapi adalah musim tanam yang selalu berubah tergantung iklim. Potensi lain yang ingin dikembangkan adalah sentra batik gedog di Desa Gaji maupun Wolutengah. Saat ini kerajinan batik baru dikembangkan di Desa gaji karena memang beberapa mitra merupakan perajin batik. Saat ini sudah didirikan Griyo Batik sebagai sarana produksi, showroom dan pusat belajar di Desa Gaji.

Jumlah masyarakat (mitra) yang bergabung dengan program sebanyak 77 orang yang terbagi menjadi 10 kelompok. Program klaster mandiri bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mitra dengan pengembangan usaha turunan dari produk hasil pertanian dan perajin batik. Dilihat dari harga jual dan proses pembuatan, tidak sebanding. Proses pembuatan batik dari proses pemintalan sampai batik jadi, bisa mencapai waktu 2-3 minggu dengan harga jual rata-rata Rp. 250.000 – Rp. 300.000,-. Karena itula usaha batik hanya menjadi sampingan untuk masyarakat. Bagi mereka lebih untung kerja di ladang dari pada membatik.  Hal tersebut dimanfaatkan oleh orang yang punya modal besar untuk mengeruk keuntungan. Pemodal membeli dengan harga Rp. 300.000  dan dijual dengan harga Rp. 600.000 – Rp. 800.000

Program ini memberikan pembiayaan modal tanpa bunga kepada masyarakat supaya mampu meningkatkan produksinya. Program ini juga membentuk kelompok kelompok usaha, untuk menginisiasi usaha baru .

Tugas berat untuk merubah pola fikir yang sudah ‘kadung’ melekat. Tapi untuk itulah program dilaksanakan. Program ini akan berusaha membantu pemasaran batik yang di fasilitasi oleh ISM Al-Hidayah, dengan konsep yang saling mengutungkan. Begitu juga dengan kerupuk, yang diharapkan tidak lagi bergantung terhadap musim namun bisa kontinyu.

 {fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan