Menjaga Amanah Qurban

Hari, kamis, 24 Maret pukul 11 malam terdengar tanda nada pesan yang masuk lewat hand phone yang kusimpan diatas meja kerja. Ternyata ada pesan dari salah seorang dari Karya Masyarakat Mandiri Dompet dhuafa yaitu Bapak Salman selaku Ketua Tim untuk kegiatan Pemberdayaan Hewan Kurban 1437 H yang isi pesan “Mohon ma’af kepada seluruh mitra pemberdayaan THK atas keterlambatan pencairan dana pengadaan sapi tahap I, insya Allah akan di usahakan secepatnya”. Hatiku berkata “semoga pencairan dananya berjalan lancar”.

Tepat pada hari selasa tgl 29 April 2016, Alhamdulillah sdh kami terima transferan dana pengadaan sapi pemberdayaan thk 1437 H. Setelah mendapatkan kepastian, akhirnya pada keesokan harinya saya melakukan silaturahmi dengan para peternak yang tidaklain adalah anggota koperasi peternak “SABUA ADE”. Selanjutnya dilakukan transaksi seperti yang saya lakukan tahun lalu. Dari hasil silaturahim tersebut saya telah memperoleh informasi terbaru terkait dengan perkembangan harga sapi Jantan umur 2-2,5 tahun yang kira – kira kalau dipelihara 5 bulan akan mencapai bobot hidup 250-300 Kg.

Proses pengadaan ternak yang cukup sulit saya rasakan, karena ditingkat lapangan kita akan berhadapan dengan pembeli lain yang nota bene dengan harga yang sangat menjanjikan bagi pemilik ternak. Ini adalah proses yang bisa dikata sangat sulit untuk mendapatkan seekor sapi, ada beberapa strategi yang kami terapkan ditingkat lapangan yaitu, ketika kami yang menawarkan sapi jantan kami akan menjelaskan bahwa disamping kita membayar ternak sapi tersebut peternak atau pemilik ternak akan mendapat double manfaat yaitu harga ternak dan daging kurban artinya harga beli dari kami adalah sesuai harga setempat dan peternak tersebut akan kami jadikan Sub mitra lokal pada saat event kurban berlangsun. Dan selama ini strategi inilah yang kami terapkan untuk menjalin kebersamaan dengan peternak Gurem di Bima dan ucapan rasa syukur atas kepercayaan tersebut tentu kami mendapat pujian yang positif.

Yang terpenting adalah kita harus bisa memposisikan bahwasanya kita bukan sebagai pengusaha jual beli ternak tetapi kita adalah mitra penyambung kegiatan Humanity social dengan misi menyalurkan daging kurban sekaligus berdakwah bahwa kegiatan ini adalah semata-mata ingin berbagi dari harta yang sangat berharga yang dimiliki oleh saudara-saudara kita di wilayah Indonesia barat dan sekitarnya untuk masyarakat Dhuafa kita dibima khusunya dan nilai yang diharapkan oleh pekurban adalah nilai Pahala dan nilai keridhoan Allah SWT.

Penulis: Syafran Mitra Pemberdayaan THK wilayah Bima-NTB
Editor : Salman

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *