Mimpi Seorang Perempuan Pulau Pasaran

     Ada hal yang menarik di program penguatan kelembagaan Pulau Pasaran ini yaitu dengan adanya 1 kelompok yang benar-benar “baru” yang terdiri dari 5 orang ibu-ibu karena kelompok ini terbentuk setelah MM masuk ke wilayah program pada tahun 2010 lalu, dan hampir semua mitra merupakan seorang istri dan juga seorang ibu –extraordinary -,kenapa luar biasa? karena hampir semua anggotanya turut berperan serta sebagai tulang punggung keluarga karena suami-suam mereka yang tidak punya penghasilan tetap. Saya perkenalkan salah satu mitra tersebut Ibu Rolinah namanya, di rumahnya yang sangat sederhana sekali ibu Rolinah hidup bersama dengan suami dan 3 anaknya yang masih sekolah.   Dengan segala keterbatasannya sebagai wanita biasa ia berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena suaminya yang memang tidak memiliki penghasilan tetap. 

    Setelah program MM kerjasama dengan BI Lampung hadir ia bergabung bersama dengan 4 rekan rekannya, setelah sebelumnya diadakan  LWK dan sekaligus memberikan penjelasan kepada kelompok bahwa kelompok akan diberikan bantuan modal kerja sebesar Rp 500.000,- untuk membuat dan memunculkan produk makanan ringan berbahan baku teri, dan juga akan ada pertemuan kelompok sebagai sarana bertukar pikiran dan pengetahuan setiap dua pekannya.  Gayung pun bersambut Ibu Rolinah dan teman-teman bersedia bergabung tanpa banyak pertanyaan-pertanyaan dan akhirnya  terbentuk KM MELATI BAHARI yang akan menjadi cikal bakal merek produk turunan pula di masa mendatang.  Produk perdana yang dibuat yaitu berupa teri berbalut tepung yang diberi nama TERI”Kriuk”.   Hingga sekarang sudah 8 jenis produk makanan berbahan baku teri yang telah dibuat.  Awal-awal kesan pendiam dan tidak banyak omong merupakan ciri khas nya, akan tetapi seiring berjalannya waktu dia bertransformasi menjadi mitra yang rajin, ulet, dan aktif bertanya.  Ketika saya tanya Hal tersebut tidak lain karena setiap kali pertemuan rutin saya selalu mendorong agar berani menyampaikan pendapat dan bertanya jika tidak tahu, karena dorongan tersebutlah sekarang ia menjelma menjadi orang yang mulai berani menyampaikan pendapat dan bertanya jika tidak tahu baik kepada Pendamping dan juga kepada stakeholder terkait.

     Selama program berjalan, baik ketika pertemuan pekanan maupun pertemuan personal dengan beliau, Bu Rolinah sangat senang dan bersyukur dengan adanya program ini setidaknya dia mempunyai kegiatan lain yang bisa menambah pengetahuan dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan tiap bulan oleh Masayarakat Mandiri dan oleh DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung) serta instansi terkait lainnya dan tentunya sedikit demi sedikit bisa mendapatkan uang tambahan setiap bulannya (bagi hasil usaha) setelah kegiatan berjalan hampir 3 tahun lebih lamanya.  Harapan kedepan sederhana seperti kebanyakan ibu pada umumnya yaitu semoga usaha yang telah dibangun ini dapat terus dilanjutkan hingga kedepannya oleh anak-anaknay kelak dan bisa memberikan manfaat yang terus mengalir bagi masa depan anak dan cucunya.

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan