Nenek Halimah Tak Kenal Kata Menyerah

Nenek Halimah namanya. Di usianya yang sepuh, ia masih memiliki lima orang tanggungan keluarga, selain delapan orang cucu. Orang-orang mengenalnya sebagai perempuan yang pantang menyerah menghadapi kehidupan yang fana ini. Suaminya sudah tua, dan tidak mampu memberi nafkah untuk keluarga. Samir Fuadi, Pendamping Mandiri dari Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa mengaku bersyukur bisa dekat dengan nenek Halimah. Sehari-harinya, perempuan itu menjalankan usaha Industri Rumah Tangga pembuatan kerupuk ubi atau lebih dikenal dengan Opak.

Samir melihat ada semangat besar sang nenek demi roda perekonomian rumah tangga terus bergulir. Ia adalah mitra dari KM Ingin Jaya di bawah Induk Sumber Rezeki. Dalam kelompok, Nenek Halimah sangat antusias mengikuti program Micro Entreprise Empowerment Program (MEEP) dari Dompet Dhuafa. Pernah suatu ketika, ia menunjukkan kepada pendamping, barang-barang yang sudah dibelikannya untuk keperluan usaha. “Mudah-mudahan jadi berkah untuk keluarga, anak, cucu,” tuturnya lirih.

Belakangan tumbuh ganjalan dalam pikirannya. Ia memikirkan anak bungsunya yang masih menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Mudi Mesra, Kabupaten Bireun. Saat ini si bungsu membutuhkan kitab-kitab yang boleh dibilang mahal sesuai dengan jenjang pendidikannya di pesantren. GLah Tujoeh, sudah kelas tujuh, dengan lama pendidikan tujuh tahun.

Nenek Halimah sadar Allah SWT tidak akan menguji hambanya di luar kemampuannya. Kata-kata itu yang selalu tercetus dari bibirnya yang mulai keriput. “Yang Peunteeng, Ibadat Ngoen Hareukat, Haroeh Sabee Na, Ikhtiyeu Wajibon,” ucapnya dengan nada teguh. Yang penting ibadah kepada Allah dan usaha harus selalu ada, dan dalam Islam, berusaha itu wajib.

Dia menyadari bahwa program yang dibawa Samir ini juga anugrah dari Allah untuk dia, anak dan keluarganya. Perolehan dari membuat opak boleh dibilang minim, sementara ia harus memenuhi kebutuhan keluarga yang terlalu besar. Dalam keadaan seperti itu tentu bagi Nenek Halimah, pembiayaan dari MEEP yang didukung PT Arun NGL ini memberikan suatu nilai yang berarti baginya. Ia bisa menambah modal untuk usaha opaknya. Produksi meningkat, Nenek Halimah berharap ada peningkatan pendapatan juga.

Usia tua identik dengan ketidakberdayaan. Melihat etos tak kenal menyerah di balik wajah tua Nenek Halimah, tua bukanlah suatu yang harus diprihatinkan. Tetapi bagaimana kita mencoba bangkit dengan berdo’a kepada Allah dan terus berusaha untuk bangkit dan mendapatkan hari esok yang lebih baik.

Hery D. Kurniawan/Samir Fuadi (Aceh)

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan