Nuryati, dari Bingung Sampai Didatengin Bule

Program Warung Anak Sehat (WAS) mempunyai banyak cerita dan kesan dari para mitra. Salah satunya adalah Nuryati (53), mitra program Warung Anak Sehat wilayah Bogor menceritakan pengalamannya selama mengikuti program WAS. “Awalnya lagi duduk-duduk ada yang nyamperin , pak Budi ya kalo nggak salah. Nawarin program katanya nanti dapet gerobak sama modal” tutur Nuryati menceritakan kronologis awal mula mengikuti program WAS.

“Masih belum percaya waktu itu, Ehh… seminggu kemudian datang lagi pak Budi dan beneran dapet gerobak sama modal 500 ribu”, lanjutnya. Mulai saat itu ia berjualan susu disamping jualan jajanan sehat yang lain. Ia biasa berjualan di kantin SDN 1 Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Banyak yang mendukung dia mengkuti program ini baik dari pihak sekolah maupun wali murid. “Guru-guru dan wali murid disekolahan juga pada dukung, bagus katanya jualan susu, sehat”, jelasnya. Maraknya jajanan anak yang tidak sehat memang membuat resah kalangan guru disekolah dan wali murid. Dengan adanya program WAS menjadi alternatif jajanan sehat untuk murid-murid di sekolah.

Dukungan tersebut membuatnya semakin semangat untuk berjualan. Apalagi ia pernah mendapat kunjungan dari manajemen PT Sari Husada berserta Istri Duta Besar Perancis untuk Indonesia. “Dulu juga pernah di datengin bule dari Perancis. Istri Duta Besar Perancis katanya, saya nggak ngerti dia ngomong apa. Tapi katanya bagus-bagus. Saya mah, Iya-iya aja” tutur Nuryati. Program WAS ini merupakan program kerjasama dengan Sari Husada sebagai bagian dari perusahaan Danone yang berpusat di Perancis.

Ia juga menambahkan bahwa setelah mengikuti program ini, pendapatannya bertambah dan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa harus bergantung sepenunya pada suami. Dari penjualan susu memang memberikan hasil yang lumayan. Nuryati, rata-rata mampu menjual 4 kotak setiap hari, dengan harga 2.000 per gelas. Dalam sehari ia mampu mengumpulkan omset sebesar 200 ribu.

“Alhamdulillah dapat tambahan pemasukan dari jualan susu walaupun sudah agak menurun. Awal-awal sehari bisa jual 8 kotak susu, sekarang mah rata-rata 3 kotak kadang 5 kotak. Tapi lumayan, pemasukannya bisa buat bayar arisan tanpa harus minta ke suami” ungkapnya sumringah.

Program yang merupakan kerjasama antara PT Sari Husada dengan Dompet Dhuafa ini, dijalankan di 4 wilayah yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Ambon. (Slamet Mulyanto/MM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan