Pelepasan Program Penguatan UMK-IRT Ciamis

Ciamis – Di wilayah ini, tepatnya di Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa menggulirkan program penguatan UMK-IRT makanan ringan selama lebih dari dua tahun. Setelah melewati tahap pemandirian, akhirnya program ini memasuki masa pelepasan program.

Pelepasan program ditandai dengan kegiatan Workshop Pelepasan Program yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Desember 2011 bertempat di Gedung Baru Madrasah Al-Huda, Gunung Asih 2, Desa Margaluyu. Workshop mengangkat topik ”Pemandirian dan Arah Keberlanjutan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat” disampaikan oleh Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri, Armie Robi. Tampil juga Ajat Sudrajat, dari Dinas Perindag UKM dan Koperasi Kabupaten Ciamis, mengangkat topik ”Prospek Pengembangan Koperasi dan UKM di Wilayah Priangan” .

”Meskipun wilayah dampingan sudah dilepas, kita tetap melakukan monitoring dan secara rutin ada laporan dari ISM atau lembaga lokal kepada Masyarakat Mandiri. Kita juga mengadakan Temu ISM tiap tahun, mengundang semua ISM termasuk yang lepas dampingan maupun yang masih didampingi. Di Temu ISM kita membahas kendala atau masalah apa saja yang dihadapi oleh ISM. Intinya komunikasi antara kita tetap dijalin dengan berbagai media, sehingga ISM-ISM yang ada bisa makin berkembang,” papar Armie Robi.

Sedangkan Ajat Sudrajat dalam workshop banyak memberi sumbang saran di antaranya bagaimana koperasi makin eksis yang sangat ditentukan anggotanya. ”Koperasi ingin maju jawabannya mudah. Kenapa? Pada prindp dia perusahaan. Bedanya, badan hukumnya. Perusahaan dimiliki perorangan atau komanditer atau perseroan. Yang memiliki modal paling besar yang memiliki kekuasaan. Kalau koperasi, dimiliki anggota. Anggota itu warga masyarakat. Jadi, kita harus punya keinginan maju. Anggota harus berpikir seupaya koperasi punya kemampuan. Masalah yang sering terjadi anggota hanya memikirkan apa yang bisa dipenuhi oleh koperasi,” jelas Ajat.

Program penguatan UKM industri rumah tangga berbasis tepung merupakan sebuah program pemberdayaan yang digulirkan oleh Masyarakat Mandiri sebagai salah satu bagian dari turut andil dalam sumbangsih UKM bagi lapangan pekerjaan. Kontribusi program ini diyakini masih sangat kecil untuk menyelesaikan permasalahan di atas, namun dengan adanya program ini diharapkan mendapatkan respon yang positif dari lembaga-lembaga terkait, terutama lembaga pemerintah.

Menurut data kecamatan, beberapa desa di kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis merupakan sentra UKM Ciamis. Bahkan di desa Margaluyu kecamatan Cikoneng, jumlah pelaku usaha UKM lebih dari 50% penduduk desanya. Sangat besarnya jumlah pelaku yang terlibat serta beragamnya sektor dan komoditi yang digeluti juga menjadi salah satu bukti bahwa sektor UKM di Cikoneng telah menjadi komponen penting bagi keberlanjutan ekonomi desa. Hal itu ditunjukkan dengan para pengusaha UMK di kecamatan Cikoneng mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, menyediakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, serta mengatasi problem pemerintah terutama mengatasi pengangguran, menekan angka kemiskinan di kecamatan Cikoneng Ciamis.

Pelaksanaan program di Ciamis telah berlangsung sejak Agustus 2009. Perkembangan program sampai saat ini telah terbentuk 21 Kelompok mandiri (KM) dengan jumlah anggota akitif 120 mitra yang tergabung dalam dua unit Induk, yaiutu Induk Gn. Asih dan Nagrak. Kelompok tersebut telah menerima dana bergulir untuk usaha dari pembiayaan KSU ISM Subur Jaya. Program pun telah meluas dan tersosialisasi ke desa lain sehingga sampai saat ini wilayah program menjadi lima desa dari 2 kecamatan yaitu desa Margaluyu, desa Panaragan, desa Nasol dan desa Sindang Sari dari Kecamatan Cikoneng dan desa Sukasenang dari Kecamatan Sindang Kasih.

Lepas dampingan, komunitas di Cikoneng ini telah memiliki modal yang sangat berharga berupa sebuah lembaga lokal berbadan hukum koperasi. Koperasi Serba Usaha ISM Subur Jaya diharapkan menjadi suku guru perekonomian berbagai sektor UKM di wilayah tersebut.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan