Pemandirian UMKM Tuban

Tuban. Program Klaster Mandiri merupakan program pemberdayaan berbasis kawasan yang di gagas oleh Dompet Dhuafa (DD). Program ini digulirkan sejak 4 tahun lalu yang dibagi menjadi 3 bidang, yaitu bidang Pertanian, Peternakan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dalam pelaksanaannya DD menggandeng tiga jejaringnya yaitu Kampoeng Ternak di Bidang Peternakan, Pertanian Sehat Indonesia di Bidang Pertanian dan Masyarakat Mandiri di Bidang UMKM

Program Klaster Mandiri bidang UMKM yang dilakukan oleh Masyarakat Mandiri telah memberikan manfaat kepada 1011 KK yang tersebar di 7 Kabupaten dan 7 Propinsi di Indonesia. Sebagian program telah dilakukan dilakukan pemandirian, salah satunya adalah Program Klaster Mandiri Tuban.

Klaster Mandiri Tuban sudah bergulir sejak tahun 2011 sempat terhenti namun kemudian dilanjutkan lagi tahun 2012 dengan sasaran Pengrajin batik dan pembuat kerupuk berbahan singkong yang tersebar di dua desa yaitu desa Wolu Tengah dan Desa gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Penerima manfaat program klaster bidang UMKM di Tuban berjumlah 77 mitra. Mereka tergabung dalam sebuah kelembagaan lokal yang sudah berbadan hukum Koperasi yaitu Koperasi ISM Al-Hidayah.

Pemandirian program dilakukan pada Rabu (30/9) di Balai desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Pemandirian dihadiri oleh instansi terkait, mitra dan perwakilan dari Dompet Dhuafa. Setelah dimandirikan berharap program ini mampu terus bertahan dan berjalan sebagaimana ketika masih dilakukan pendampingan. Sinergi dengan instansi pemerintahan maupun swasta dilingkungan program sangat diperlukan.

Program Klaster Mandiri Tuan memdapat dukungan dari pemerintah karena sesuai dengan visi misi Kabupaten Tuban. “ Program Dompet Dhuafa ini menjadi bagian yang terpisahkan dengan program Kabupaten Tuban, karena program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan sesuai dengan visi misi Kabupaten Tuban yaitu mewujudkan masyarakat yang lebih maju, religius dan sejahtera yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan budaya, papar Amenan, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Tuban dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah sangat terbantu dengan adanya program-program pemberdayaan seperti yang dilakukan oleh DD, karena kemiskinan di Kabupaten masih terhitung tinggi  yakni 17,16%. Salah satu daerah di Tuban yang angka kemiskinan tinggi adalah di Kecamatan Kerek tempat dimana program pemberdayaan dilakukan oleh DD.

Pemandirian program dan capaian yang sudah dilakukan membuat pemerintah Kabupaten tuban memberikan apresiasi dan siap membantu setelah program ini dimandirikan. “Rekomendasi program bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait, sehingga potensi yang desa dan masyarakat yang belum tersentuh sepenuhnya oleh program bisa dioptimalkan dan di angkat, Lanjutnya

“Kami berterimakasih kepada DD, kami berharap pola-pola pemberdayaan yang dilakukan DD bisa menjadi acuan stakeholder lain yang akan melakukan program pemberdayaan sehingga mampu membentuk sebuah sinergi yang baik “ pungkas Ampena mengakhiri sambutannya

Pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak, karena program pemberdayaan sejatinya memang tidak bisa dilakukan sendiri namun butuh sinergi yang kuat, terencana dan tearah sehingga mampu mengangkat masyarakat  dari kemiskinan.

Klaster Mandiri Tuban bisa menjadi contoh. (Slamet Mulyanto)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *