Pemberdayaan Kelompok Pengusaha Makanan Sehat

Program ini melanjutkan program urban sebelumnya, Program Pemberdayaan Usaha Mikro Makanan Jajanan yang Rentan Penggunaan Tambahan Berbahaya (BTP), menjangkau wilayah Jabodetabek. Hanya saja, program mutakhir ini menyasar penerima manfaat para pedagang dengan beberapa anak buah yang menjajakan makanan jajanan di wilayah metropolitan. Penentuan para pedagang atau bos sebagai pemetik manfaat dengan pertimbangan, lebih mudah diarahkan dalam soal mutu dan keamanan makanan, mudah memperoleh standar PIRT, serta peningkatan kemajuan usaha lebih jelas dengan konsekuensi peningkatan ekonomis bagi anak buahnya.

Tujuan

Meningkatkan kualitas produk makanan jajanan komunitas sasaran melalui penggunaan bahan baku standar dan pengawasan secara swadaya, ketersediaan bahan baku makanan jajanan sehat dan tumbuhnya jaringan kelompok pengusaha mikro makanan jajanan halal dan sehat.

Capaian Program:

  • Di wilayah Pasar Minggu, tergabung 4 bos, terdiri bakso Solo, dawet ayu, dan gorengan.
  • Di wilayah Cipinang, tergabung 6 bos (es kueh, batagor, gorengan, ketoprak, bajigur, ikan cuek) dan 5 bos (bakso Malang, bakso Solo, empek-empek, kue basah, dan keripik singkong).
  • Di wilayah Bidaracina, tergabung 8 bos (minuman temu lawak, bakso chuanki, es cincau).
  • Pelaku usaha makanan jajanan sadar keamanan pangan

Periode Program:
1429 H/2008

Lokasi:
Cipinang dan Bidaracina,
Jakarta Timur
Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Pemetik Manfaat:
51 orang bos dengan 402 anak buah
Atau 1792 Jiwa

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan