Pemberdayaan Komunitas Petani Kelapa Berbasis Usaha Kelompok di Pacitan

Petani kelapa di sentra kelapa di Pacitan termasuk komunitas terpinggirkan. Gula merah adalah hasil produksi utama usaha yang berlangsung turun-temurun. Namun, para petani sekaligus perajin gula di Pacitan belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Gula dibeli dengan harga murah oleh bakul, sehingga margin keuntungan yang menjadi andalan meraih kesejahteraan keluarga terbilang kecil. Karena, secara umum mereka tak memiliki akses pasar, selain soal mutu gula yang masih potensial untuk di-upgrade.

Tujuan:
Peningkatan kesejahteraan warga komunitas dari bertambahnya sumber pendapatan dengan memanfaatkan potensi lokal, yang ditandai dengan terbukanya jaringan pasar yang berkelanjutan.

Periode Program:
1428-1429 H/ 2006-2008 M

Lokasi:
Desa Mantren, Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan

Pemetik Manfaat:
218 KK 1090 jiwa

Capaian Program:

  • Terbentuk kelompok sejumlah 21 Kelompok Mandiri.
  • Komunitas memiliki sebuah koperasi, Koperasi Serba Usaha Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) Manggarsari.
  • Terkumpul dana swadaya berupa tabungan mitra sebesar Rp 31.000.000,-.
  • Memiliki 1 (satu) unit griya industri berlokasi di Desa Mantren sebagai wahana bersama untuk produksi gula bermutu. Produksi rata-rata 2 kuintal/hari.
  • Produksi gula kelompok (termasuk dari hasil perorangan) rata-rata 3 ton/minggu.
  • Mitra memiliki tiga unit usaha bersama berupa warung sembako sebagai usaha pendukung lembaga lokal/koperasi.
  • Lembaga lokal sudah mampu mensuplai gula ke perusahaan kecap di Pacitan, Solo, pedagang eceran di Wonogiri, serta IRT jenang di Ponorogo.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan