Pendamping Multifungsi

    “Bu, terasinya masih kasar. Pernah coba pakai penggilingan bu. Biar hasilnya bagus” ujar Slamet. “Kalo pake penggilingan rasanya nggak enak pak” jawab Goniah.  “Masak bu, tapikan hasilnya lebih bagus dan lebih lembut” tanya slamet. “Ya klo yang namanya udang rebon kayak gini, kalo lembut digoreng hancur. Terasi disini bisa di pake buat lauk. Lagian harganya (alat) mahal nggak ada modalnya” jelas ibu 2 anak. “Lho, kalo ibu mau saya kasih gratis” ujar Slamet . “Nggak mau ah. Gini aja laku pak, nanti kalo digiling malah nggak laku” tolaknya

   Sekelumit pengalaman pendampingan di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Hal yang mencerminkan betapa tidak mudah melakukan perubahan di dalam sebuah komunitas. Pola fikir yang terbentuk lama membutuhkan waktu yang lama pula untuk mengubahnya. Tidak hanya di Tanjung Pasir namun juga hampir diseluruh Indonesia. Apa yang kita lihat kurang namun sudah sempurna bagi mereka. Pemberdayaan yang asal-asalan yang hanya melihat komunitas dari luar biasanya tidak akan berjalan efektif. Banyak bantuan alat produksi namun tidak memperhatikan tingkat kemampuan dan kebutuhan akhirnya berkhir di tukang loak.

    Diperlukan pendekatan intensif untuk mengubah pola fikir mereka. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan olah Masyarakat Mandiri menekankan pendekatan intensif dengan menempatkan satu orang field officer atau pendamping di lokasi program pemberdayaan (based on community). Dengan pola seperti ini diharapkan pendamping bisa terima dan hidup berbaur ditengah masyarakat. Seorang pendamping tidak hanya sekedar menjadi tangan panjang program namun mampu menjadi agen perubah ditengah masyarakat.

     Tugas pendamping menjadi berat karena harus mampu mengkomunikasikan program kepada sebuah komunitas yang secara karakter, pola fikir mungkin berbeda dan bahkan tidak sedikit pula yang menolak. Karakter kuat dibutuhkan seorang pendamping untuk mampu mengatasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda.

   Pendamping selain menjalan tugasnya, ia juga mempunyai fungsi lain ditengah masyarakat. Ketokohannya dimata mitra membuat peran pendamping sangat krusial. Diantara fungsi-fungsi pendamping antara lain, sebagai pelaksana lapangan program. Ini jelas karena pendamping menjadi matab tombak sebuag program. Membangun komunikasi dengan masyarakat, tokoh dan stakeholder terkait dari proses sosialisasi sampai proses pelaksanaan. Dalam proses perekrutan mitra, pendamping harus mampu memilih dan memilah calon penerima manfaat sesuai dengan kriteria apalagi jika dana yang digunakan adalah dana zakat. Pendamping haruslah amanah, menyalurkan dana program dengan jumlah ratusanjuta cukup menggoda jika tidak kuat iman.

     Selain itu, Pendamping juga menjalankan fungsi edukasi kepada mitra pada komunitas yang didampingi. Contoh percakapan di atas merupakan gambaran betapa mitra yang dihadapi belum tentu sesuai dengan harapan. Betapa sederhananya cara berfikir masyarakat, betapa pengalaman menjadi patokan hidup mereka. Betapa pola fikir ‘kolot’ tertanam dengan kuat. Perubahan pola fikir dan pembentukan karakter harus dilakukan terus menerus selama program. Pertemuan pertemuan rutin dijadikan ‘sekolah ‘ bagi mitra untuk diberikan materi pembinaan baik secara agama maupun secara usaha.

    Ada juga pendamping juga mengisi waktu senggangnya dengan membuka les privat gratis dan Taman Pendidikan Al-Quran bagi anak. Mengajari baca tulis bagi mitra yang buta huruf. Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari seorang pendamping.

     Menjadi konsultan usaha menjadi fungsi lain seorang pendamping mengingat yang didampingi adalah para pengusaha mikro. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa karena banyak yang menganggap pendamping adalah orang pintar sehingga masyarakat menganggap pendamping serba tahu.tidak sekedar konsultasi usaha ada juga yang curhat tentang kondisi desa sampai konsultasi rumah tangga.

   Tidak jarang juga pendamping menjadi berperan sebagai pelayan masyarakat. Pernah pengalaman ada mitra sedang sakit namun bingung untuk berobat karena tidak terdaftar jamkesmas. Mencoba mendaftarkan, ternayata tidak mudah. Banyak birokrasi yang dilewati. Dengan usaha akhirnya bisa juga keluar jamkesmas itu juga dibantu Puskemas setempat.

   Fungsi yang terakhir adalah pendamping sebagai marketing produk mitra. Produk usaha mitra rata-rata belum mempunyai pasar yang luas, masih terbatas pada pasar lokal. Tugas pendamping untuk membranding produk dan membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan terbukanya akses maka peluang untuk majunya usaha mitra sangat besar. Majunya usaha mitra akan berbanding lurus dengan tingkat pendapatan mitra.

   Beginilah pendamping bekerja. Mendampingi dengan hati menjadi moto. Apa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat akan diberikan tanpa meminta imbalan balik dari masyarakat. Semoga kerja-kerja pendamping bisa menjadi #inspirasiuntuknegeri. 

 {fcomment}

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan