Pengembangan IRT Minyak Atsiri Berbahan Sereh Wangi Berbasis Komunitas Petani Lahan Kering

Usaha budidaya tanaman atsiri termasuk sereh wangi memiliki prospek dan layak untuk dikembangkan sebagai usaha alternative. Mengembangan sereh wangi bisa dengan mengoptimalkan potensi lahan kering dengan mengelola sekitar hutan (PHBM=pengelolaan hutan berbasis masyarakat) serta menggerakkan potensi ekonomi di perdesaan melalui usaha kecil berbasis sumber daya local. Pada gilirannya tentu dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa-desa di daerah perbukitan dan pinggir hutan. Usaha budidaya dan IKM atsiri layak untuk dikembangkan sebagai salah satu usaha alternatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa-desa miskin sekitar daerah lahan kering dan pinggir hutan.

Kuningan dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan karena sebagai salah satu sentra program Kultiva Nasional di Indonesia dan di beberapa kecamatan di sana telah tumbuh beberapa kluster atsiri. Kabupaten Kuningan dengan kondisi agroklimat yang bervariasi dan memiliki lahan kering luas yang kurang subur dan belum produktif juga sangat cocok untuk pengembangan tanaman sereh wangi.

Permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Kuningan adalah pendapatan penduduk sekitar hutan/perbukitan dari sektor pertanian rendah yaitu < Rp 450.000,00, masih di bawah UMK Kuningan 2009 yaitu sekitar Rp 634.500,00/bln. Di samping itu jumlah total gakin di Kab. Kuningan tahun 2007 tercatat 305.834 jiwa (28,7 % dari jumlah penduduk, lokasi sasaran 32,5 % gakin). Posisi tawar petani penanam bahan baku untuk minyak Atsiri juga masih lemah, kelembagaan lokal belum berfungsi mewadahi kepentingan kelompok petani terutama dalam penentuan harga jual bahan baku. Harga bahan baku ditentukan penyuling/penampung, disamping itu juga produktivitas tanaman dan kualitas minyak rendah serta akses permodalan dan informasi terhadap harga juga rendah. Produksi minyak atsiri Kabupaten Kuningan sebagian besar dihasilkan oleh industri kecil yang dihadapkan kepada permasalahan teknologi penyulingan, mutu tidak stabil, keterbatasan modal kerja, informasi dan jaringan pemasaran, serta kultur kerja yang masih tradisional.

Tujuan Program:
Meningkatkan pendapatan komunitas Petani Lahan Kering (PLK) yang tinggal di daerah perbukitan dan berlahan kering dari usaha alternatif program kemitraan Sereh wangi yang memberikan keuntungan secara finansial maupun bagi kelestarian lahan.

Lokasi:
Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan