Penguatan Usaha Mikro Kecil Industri Rumah Tangga Berbasis Kluster Makanan Ringan di Ciamis

Peran dan kontribusi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam membangun perekonomian nasional Indonesia telah terbukti nyata dan tidak perlu diragukan lagi. Setumpuk bukti atas peran UKM ini telah banyak dikemukakan oleh berbagai pihak melalui berbagai riset, publikasi dan berita di media massa. Menurut data hasil Sensus Ekonomi 2006 (BPS, 2007), jumlah pelaku usaha di luar sektor pertanian adalah 22,7 juta, dengan 83,43 persennya adalah usaha mikro dan 15,84 persennya adalah usaha kecil. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah juga menyerap 89,98 persen dari sekitar 50 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor ekonomi non pertanian.

IRT di Kecamatan Cikoneng, Kab. Ciamis Jawa Barat membentuk sentra-sentra produksi makanan ringan selama puluhan tahun. Tercatat ada 163 IRT tumbuh di wilayah tersebut, dengan serapan tenaga kerja sekitar 800 orang. Mayoritas IRT makanan belum memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Produk kurang bisa bersaing dengan produk yang lebih modern dan pabrikan. Sementara masing-masing IRT berjalan sendiri-sendiri sehingga terjadi persaingan kurang sehat di antara pengusaha sendiri.

Tujuan:
Peningkatan kesejahteraan komunitas pengusaha skala mikro kecil, khsusnya pelaku IRT makanan ringan.

Lokasi:
Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pemetik Manfaat:
Target 100 KK

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan