Perempuan Nelayan Produktif

Sidoarjo – Di wilayah pesisir Jawa Timur ini, para perempuan di komunitas nelayan cukup produktif tak mau kalah dengan para laki-laki yang melaut. Ibu-ibu rumah tangga mengisi waktu luangnya dan membantu perekonomian rumah tangga dengan membuat produk-produk olahan ikan atau bahan baku laut lainnya.

Problem pemasaran dan teknik produksi yang masih sederhana tampaknya masih menjadi kendala dalam mengembangkan omzet hasil olahan ikan. Inilah yang menjadi kepedulian Dompet Dhuafa menggulirkan Program Klaster Mandiri di wilayah Sidoarjo melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Aneka Olahan Ikan sejak April 2011. Program bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di empat desa sasaran : Desa Segoro Tambak, Desa Banjar Kemuning, Desa Gisik Cemandi, dan Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati – Kabupaten Sidoarjo.

Fokus program pada pengembangan produk turunan berbasis sumberdaya perikanan dan kelautan. Saat ini varian produk turunan baru berupa kerupuk kerang, kerupuk kupang, kerupuk ikan payus, kerupuk ikan udang, petis kupang, terasi udang, bandeng presto, bandeng tanpa duri dan ikan asin (mentahan). Komunitas perempuan pembuat olahan ikan tampaknya belum banyak memperhatikan pengemasan produk, terlebih soal sertifikat P-IRT atau halal MUI. Ikhtiar pendampingan di antaranya juga mengajak komunitas memperluas jaringan pemasaran dan pengembangan teknologi tepat guna.

Dari sisi kualitas SDM, pendampingan yang dijalankan oleh Masyarakat Mandiri-Dompet Dhuafa di antaranya memfasilitasi penguatan kapasitas komunitas perempuan nelayan. Salah satu kegiatannya yaitu Training Motivasi Kewirausahaan yang diadakan pada 14 Desember 2011, diikuti oleh 50 mitra dari delapan kelompok. Training yang berlokasi di Aula Balai Desa Banjar Kemuning ini menghadirkan trainer Munipah dari Masyarakat Mandiri . Trainer mendorong peserta yang terdiri para ibu rumah tangga lebih produktif dengan pekerjaan olahan ikan yang selama ini digelutinya.

Dalam training, trainer mengajak peserta membandingkan antara pekerja versus pengusaha, strategi meningkatkan pendapatan dari wirausaha serta saluran-saluran untuk mengembangkan jaringan wirausaha. Diharapkan dengan pelatihan semacam ini, komunitas perempuan pembuat olahan ikan ini lebih bersemangat dalam berwirausaha melalui usaha yang ditekuninya selama ini.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan