Petani Pandeglang Belajar Hazton

Rabu (22/06) Sebanyak 25 orang pengurus Paguyuban Sarendeg Saigeul mendapatkan Pelatihan Teknologi Hazton dan cara membuat mikro organosme lokal (MOL). Pelatihan yang diselenggarakan oleh Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa (DD) ini bertempat di balai pertemuan petani di Kp. Turalak, Desa Ramea Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Banten. Pelatihan dimulai pukul 9 dengan menghadirkan Dadan Hudaya. SP, dari Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Pandeglang.
“Pelatihan ini memang sangat penting di laksanakan, mengingat hasil produksi petani di desa ramea begitu sangat rendah, bayangkan saja dari 1 hektar lahan sawah mendapatkan hasil gabah kurang lebih 1,5 ton / ha.” Tukas Wahyudin pendamping program.

“Hal ini di karenakan kurangnya anakan pada batang padi, sehingga berpengaruh pada peningkatan produktifitas padi di desa ramea, dan saya berharap dengan di laksanakanya pelatihan teknologi hazton dan pembuatan mikro organisme lokal (MOL) ini produksi padi di Desa Ramea ini ke depanya dapat meningkat dari 1,5 ton /ha menjadi 6 ton/ha. ini untuk menopang perekonomian petani dibutuhkan peningkatkan produksi lewat inovasi dan teknologi” lanjut wahyudin.
Hazton merupakan teknik penanaman padi yang menggunakan bibit 20-30 batang per lubang tanam. Dengan teknik ini diharapkan jumlah bibit yang banyak akan menjadi indukan produktif, karena bibit di posisi tengah dan terjepit. Metode ini cenderung tidak menghasilkan anakan, sehingga akan menjadi produktif,
Keunggulan dengan menerapkan teknologi hazton ini antara lain cara penanaman yang lebih mudah namun hasil produksinya berlipat. Selain itu tanaman lebih cepat beradaptasi, tidak stress dan tahan terhadap hama seperti keong mas dan orong-orong
Hazton menjadi metode baru yang mempermudah budidaya padi karena mampu menimalisir penyulaman dan penyiangan. Dengan metode ini pula gabah yang dihasilkan memiliki mutu yang baik (prosentase hama rendah) dan penen lebih cepat (kurang dari 15 hari).
“Petani menyambut baik teknologi Hazton, dan akan menerapkan teknologi secara benar, hanya saja perlu di buatkan demplot untuk teknilogi hazton agar tahapan demi tahapan dalam metode teknologi ini bisa di buktikan dan di pahami dengan benar oleh para petani melalui demplot teknologi hazton, petani sekarang terbuka untuk menerima teknologi terbaru, dengan tujuan menguntungkan’. Ungkap Salman, Ketua Paguyuban Sarendeg Saigeul
Selain itu juga dilakukan pelatihan pembuatan pembuatan mikro organisme lokal (MOL), hal ini di lakukan untuk mendukung teknologi hazton itu sendiri dalam memanfaatkan mikro organisme lokal sehingga dapat menekan biaya pupuk organik.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Community Farming yang dilakukan oleh KMM dan Dompet Dhuafa. Program yang sudah digulirkan sejak 2014 dengan penerima manfaat 100 kk. Program ini petani diberikan modal usaha dan mesin pengilingan yang dikelola oleh paguyuban dan manfaatkan bersama oleh petani.
Program ini diharapkan petani mampu meningkatkan produksi yang akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani. (Wahyudin)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan