Program Klaster Mandiri berakhir, Saatnya Masyarakat Bantaeng Mandiri

Kabupaten Bantaeng memiliki letak geografis yang strategis dengan memiliki alam tiga dimensi yakni bukit pegunungan, lembah dataran dan pesisir pantai dengan dua musim. Dengan letak yang strategis tersebut Kabupaten Bantaeng memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan baik sektor kelautan-perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan serta sektor pariwisata. Beragamnya potensi yang ada di Kabupaten Bantaeng tidak selaras dengan kondisi perekonomian masyarakat yang secara umum masih berada di bawah garis kemiskinan. Pada Tahun 2010 ini tercatat sekitar 38,20 % penduduk miskin atau 67.503 jiwa dari sekitar 176.708 jiwa penduduk Kabupaten Bantaeng.

Dompet Dhuafa bersama dengan jejaring bidang ekonomi menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Tujuan program adaalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ‘pemetik manfaat’ terutama peningkatan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yang meliputi aspek sosial, kesehatan, pendidikan serta ekonomi. Dompet Dhuafa bersama Masyarakat Mandiri mencanangkan program pengembanagn usaha UKM. Kegiatan usaha yang dijalankan oleh pemetik manfaat program adalah pedagang, pengrajin makanan tradisional dan budidaya rumput laut.

Lokasi pelaksanaan kegiatan program di tiga kecamatan,yaitu Kecamatan Bantaeng, Bissappu dan Pa’jukakang. Pemilihan lokasi tersebut  karena wilayah tersebut memiliki potensi yang lebih baik dari wilayah lain serta memiliki jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi.

program telah berjalan selama 3 tahun terhitung sejak dugulirkan tahun 2011. Jumlah penerima manfaat program sebanyak  190 orang (mitra) yang terhimpun dalam 34 kelompok usaha. Usaha yang dijalankan mitra antara lain budidaya dan pengolahan rumput laut, pembuatan batu bata dan Penjual Ikan Keliling. Saat ini program klaster mandiri Bantaeng memasuki tahap akhir yaitu tahap pemandirian. Pada tahap ini masyarakat ‘pemetik manfaat’ di dorong untuk mampu mengelola aset program secara mandiri. Terbentuknya koperasi Ikhtiar Rezeki Mandiri (IRMAN) yang dikelola oleh mitra yang akan menjadi roda pengerak ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Dengan selesainya program -exit program- maka proses pendampingan dan bantuan dana produktif dari Dompet Dhuafa akan berakhir. Berakhirnya program bukan berarti, mitra akan ditinggalkan sepenuhnya. Pemantauan akan terus dilakukan baik oleh Dompet Dhuafa atau pemerintah lokal. Harapan dari Dompet Dhuafa dengan selesainya program mitra dapat hidup mandiri dan tidak menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain.

Berakhirnya program maka aset yang selama dikembangkan akan diserahterimakan kepada masyarakat. Serah terima akan dilakukan pada taggal 25 Maret 2014 dalam acara Workshop Pemandirian Program. Kegiatan ini rencananya akan di hadiri Bupati Banteang beserta jajarannya dan Direksi Dompet Dhuafa.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan