Sari Sang Ibu Tangguh, Berjualan Bakso Demi Membantu Suami

Bagi Sari (35) yang hanya lulusan sekolah dasar, tidak ada pekerjaan lain yang bisa ia tekuni selain membantu suaminya, Warto (45), berjualan bakso yang sudah ditekuninya lebih dulu. Ibu tangguh ini berujar bahwa ia membantu suami berjualan bakso agar usahanya semakin berkembang.

“Saya mulai bantu suami bekerja sejak kami menikah. Saya kasihan kalo lihat suami banting tulang keliling dagang bakso. Makanya, saya minta ijin sama suami saya supaya saya bisa bantu dia, paling tidak meringankan beban dia,” ujar ibu tangguh yang dikenal rajin dan ulet ini.

Sari melanjutkan, ia mulai membantu suami ketika harga bakso seporsi masih lima ribu rupiah hingga sekarang dengan harga bakso sepuluh ribu rupiah seporsi. Biasanya, dalam satu gerobak hanya ada satu jenis makanan yang dijual. Tapi tidak untuk Sari dan suaminya.

Selain bakso, mereka juga berjualan mi ayam. Setiap harinya mereka bisa menjual hingga lima belas mangkok bakso. Dahulu mereka berjualan secara berkeliling. Tetapi kini mereka mempunyai tempatmangkal  sendiri. Setiap harinya mereka berdagang di di dekat gedung sebuah asuransi di Mampang. Menjelang siang, tempat berjualannya pun bergeser di sekitar Museum Satriamandala, Jakarta.

“Alhamdulillah, setelah saya dan suami giat bekerja, kami bisa mencukupi kebutuhan kami dan sedikit bisa menyisihkan penghasilan untuk tabungan masa depan,” paparnya.

Ya, Sari dan Warto adalah dua dari 52 penerima manfaat  Dompet Dhuafa bersinergi dengan PT Miwon dalam program“Pedagang Tangguh Miwon”.  Melalui sinergi ini pedagang bakso menerima berbagai kebutuhan untuk berdagang seperti gerobak, alat masak, kompor dan gas, juga bumbu penyedap.

Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan tambahan modal usaha, juga pelatihan dari Dompet Dhuafa selama lima kali setahun berupa kewirausahaan, kepemimpinan, keamanan dan kehalalan pangan,teknologi pengolahan bakso, dan kelembagaan lokal (managemen koperasi).

Melalui bantuan ini Sari dan suaminya mempunyai dua gerobak untuk berjualan. Sari merencanakan dirinya akan ikut berjualan menggunakan gerobak yang berbeda.

“Saya jualan sendiri pakai gerobak lama, bapak paka gerobak baru. Mudah-mudahan bermanfaat. Jadi kita sama-sama berusaha”, pungkas  ibu dari satu anak ini. (Dompet Dhuafa/Uyang)

sumber : www.dompetdhuafa.org

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan