Sebuah Catatan : “Hari Terakhir Bersama Mbak Munip”

Hari ini tepat tujuh hari (alm) mbak Munipah Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri (MM) menghadap sang Illahi. Seakan tidak percaya, beliau begitu cepat meninggalkan kami semua.

Hari itu Selasa (11/08), selepas sholat subuh, menyalakan hp seperti biasa ramai dengan grup social media. Tiba ada pesan masuk dari mas Dede Sukiaji, sepertinya pesan yang tertunda dari semalem “Temen2 ba’da sholat subuh langsung ke rumah duka saja”, kaget sekaligus bingung siapa yang meninggal. Kemudian coba lihat grup lembaga ternaya sudah banyak pesan Innalillahi wa innailaihi roji’un, semakin penasaran.

Manjat chat sampai pada pesan dari Mabk Yuni (SDM MM) “Assalamualaikum Innalillahiwainnalillahirojiun, telah meninggal dunia mba munipah di rs sentra medika cibinong bogor sekitar jam setengah 1 dini hari. Mohon doa nya semoga diterima amal ibadah nya disisi Allah swt Aamiin”. Kaget dan terdiam dalam hati “benernggak ya berita ini”,  tidak berpikir panjang lagi langsung berangkat menuju rumah duka. Sampai dirumah duka beberapa teman kantor sudah berdatangan. Seakan mimpi, namun itulah kenyataannya.

Masih melekat diingatan hari senin (10/08) melihat beliau masih memimpin rapat dalam kondisi sehat. Tidak ada firasat tidak pesan khusus yang beliau sampaikan.

Beliau membuka rapat seperti biasa. ‘Assalamu’alaikum kita buka rapat pada hari ini dengan mambaca basmalah bersama “Bismillahirrohmanirrohim” dilanjutkan dengan tilawah oleh mas Aep”, sambil tersenyum. ‘jangan surat annisa lagi ya’, pintanya.

Beliau memberikan materi tentang mindset sebagai hasil dari pelatihan yang seminggu lalu didapatkan dari pelatihan pimpinan jejaring. Seperti biasa beliau menyamaikan  dengan semangat senyum khas nya. “Boleh gontok gontokan di ruang rapat, tapi klo setelah itu bisa aja lagi” pesan beliau sebelum menutup materi

Kepada penulis ia menyampaikan tentang perbaikan website, ”mas, nama web diganti aja jadi Masyarakat Mandiri karena itu adalah jualan kita. Semua brand lembaga dirubah menjadi Masyarakat Mandiri saja”. Kemudan beliau melanjutkan “Temen-temen kalo kelapangan jangan hanya selfie, tapi juga kirim foto kegiatan. Biar diolah mas Slamet sebagai bahan komunikasi lembaga, untuk temen-temen pendamping supaya membuat tulisan sebagai bahan web, nanti dibuatkan Internal Memo dari lembaga”, tukasnya.

Diterakhir menjelang rapat berakhir beliau menyampaikan bahwa sebentar lagi akan cuti karena usia kandungannya sudah mendekati HPL. “Saya sudah mengajukan cuti ke direksi Dompet Dhuafa. Dan direksi sudah setuju. Tapi mulainya kapan belum tau, Hari Perkiraan Lahir (HPL) tanggal 28 tapikan bisa maju 2 minggu bisa mundur 2 minggu” ungkapnya. “Nanti kalo saya cuti untuk masalah kedirekturan yang menanggani mbak Dessy (Manajer Marketing Bisnis), kalo masalah program langsung ke mas Dede (Manajer Program), kalo maslah keuangan dan opersaional lembaga langsung ke mas Soni (Manajer Keuangan dan Opersaional)” pesannya.

Di hari itu tidak pesan khusus yang beliau sampaikan, semua berjalan seperti biasa. Beliau pulang lebih awal karena harus memeriksakan kandungan ke dokter.

Sampai di pagi buta itu tiba-tiba mendapat kabar kepergian beliau yang begitu mendadak setelah melahirkan. Selamat Jalan mBak. Srikandi, yang telah mengabdikan selama 15 tahun di dunia pemberdayaan. Selama 15 tahun merintis dan membesarkan Masyarakat Mandiri. Terima kasih atas dedikasi, keikhlasan, pengorbanan, pengabdian dan ilmu yang telah diberikan kepada kami.

”Allohummagfirlaha warhamha wa’afihi wa’fu’anha.”

 

Jampang, 18 Agustus 2015

Slamet Mulyanto

(Staff Komunikasi)

 

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan