Sejahterakan pesisir Lombok Timur, MM-DD berdayakan istri nelayan.

 Angka kemiskinan di kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih cukup tinggi. Angka kemiskinan yang mencapai 21,71 %  menyebabkan tingkat kesejahteraan rakyatnya yang masih berada di urutan ke delapan dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, demikian diungkapkan Gubernur NTB dalam road show membedah kemiskinan yang direlease di website resmi propinsi NTB.

     Kemiskinan di Lombok Timur  tersebar di wilayah pesisir yang kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kebijakan-kebijakan yang kurang berpihak dan cuaca yang tidak menguntungkan membuat mereka bertahan dengan kemiskinannya.

     Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa menggulirkan program ekonomi yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Program yang digulirkan untuk membantu mengurangi kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur. Program yang diluncurkan adalah  Pemberdayaan Perempuan Wirausaha (PERWIRA) dengan sasaran keluarga nelayan. Program ini mendorong keluarga nelayan untuk bisa mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya walaupun sedang tidak melaut.

    Program ini dilaksanakan di desa Seruni Mumbul, Pringgabaya. Jumlah masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat program ini adalah 100 orang. Agar program ini tepat sasaran maka dalam seleksi calon peserta program (red-mitra) dengan cara studi dengan kriteria yang sudah dutentukan. Program ini direncanakan akan berjalan selama 2 tahun (24 bulan). Perempuan adalah tokoh penggerak ekonomi keluarga, maka mitra kebanyakan istri nelayan atau janda yang bekerja sebagai pedagang ikan bakulan. Program ini mendorong mitra untuk berwirausaha membuat produk  turunan olahan ikan. Kegiatan-kegiatan dilakukan secara komprehensif bukannya pemberian modal tapi juga pelatihan dan pendampingan selama program

     Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan adalah Training Kewirausahaan Perempuan Pelaku Usaha Mikro yang dilaksakanan pada sabtu (14/02) dI Aula Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok. Training ini diikuti oleh semua mitra dan dihadiri oleh Kepala Pelabuhan Perikanan, Muhidin Spi. Materi berupa inspirasi usaha disampaikan oleh Nasrin H. Muhtar, Pengusaha Jamu Sasambo yang sekaligus menjadi ketua Yayasan Tangan di Atas (TDA) NTB. Dengan program PERWIRA ini diharapkan masyarakat mempunyai tambahan penghasilan dan bisa membuat produk unggulan khas lombok timur.  

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan