Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut ke Pantai

      Bekerja dan Mendampingi masyarakat bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, dimana sebelumnya saya belum pernah bekerja dibidang pemberdayaan masyarakat, apalagi mendampingi di daerah yang sebagian penduduknya masih mempertahankan budaya dengan karakter watak manusia yang agak keras serta agak sulit bagi saya untuk mengubah pola pikirnya,  akan tetapi hal inilah yang mendorong keinginan saya untuk bersedia mendampingi masyarakat.

      Seiring berjalannya waktu, program rumput laut telah berjalan di Bantaeng, ada 5 kelompok yang telah kami bentuk dengan jumlah mitra 40 orang mitra, walau sedikit mitra namun ada banyak tantangan yang dihadapi selama mendampingi masyarakat, salah satu dari tantangan itu adalah perubahan pola pikir masyarakat dan masih kentalnya budaya yang melanggar hukum islam, pernah salah satu mitra berkata kepada saya bahwa “karakter dan sifat orang bantaeng memang keras pak, janganlah bapak mau seenaknya datang merubah pola pikir dan budaya yang sudah tanamkan oleh nenek moyang kami, Bapak orang baru kemarin datang kesini”.   Waktu itu sempat saya berpikir, mengapa saya harus bersusah-susah untuk mengubah karakter manusia yang tak mau di ubah, padahal niat saya tulus membantu mereka, inikah tantangan itu? Beginikah susahnya mencari nafkah di pemberdayaan?

      Tapi tidak sampai disini harapan itu, ada kakek tua melayangkan kalimatnya kepadaku “Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut ke Pantai”, inilah kalimat yang senantiasa menyemangati hari-hari dilokasi dampingan, Alhamdulillah, sekarang para mitra telah terubah pola pikirnya yang dibuktikan oleh telah berjalannya beberapa unit usaha dan bertambahnya penghasilan para mitra yang telah mengikuti Program Klaster Rumput Laut di Bantaeng.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan