Sharing Session : Merancang Strategi Pemasaran Sayuran dengan memahami Konsep Bauran Pemasaran

Oleh Adhi Nur Hidayat

Senin, 16 Mei 2016 lalu tim program karya masyarakat mandiri (KMM) dari bagian pertanian sehat mengikuti pelatihan manajemen produksi dan pemasaran sayuran yang difasilitasi oleh Agrobussiness Development Station ADS IPB Darmaga. Dua topik tersebut menjadi hal yang wajib dikuasai oleh tim agar mampu menangani program pemberdayaan pertanian sayuran di Cipanas Cianjur secara baik. Sharing ini berkaitan dengan perancangan strategi pemasaran yang disampaikan oleh Ezipotia Rusli Manajer Produksi ADS IPB.

Sekilas tentang sayuran, Sayuran adalah salah satu bahan pangan hasil pertanian sebagai pelengkap kebutuhan vitamin dan mineral juga serat untuk menunjang kesehatan manusia. Jenis sayuran digolongkan menjadi 4 jenis yaitu daun (sawi, bayam, kangkung), buah (tomat, cabe, terong, labu siam), umbi (kentang, lobak, bit) dan kacang-kacangan (kacang polong, ercis). Nah Kesadaran akan kesehatan telah mendorong manusia untuk mengkonsumsi sayuran yang sehat secara rutin.

Sifat bahan sayuran yang mudah rusak mengharuskan pengusaha sayur untuk mendistribusikannya ke konsumen secara lebih cepat. Bila tidak, tentu saja sayuran sudah tidak segar bahkan rusak akhirnya tidak laku dijual. Sehingga betul sekali bila merencanakan usaha pada komoditas sayuran harus berfikir akan pasar terlebih dahulu lalu memproduksi apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Maka dari itu penting sekali pembahasan strategi pemasaran produk sayuran tersebut.

Strategi Pemasaran

Pemasaran Sayuran yang dimaksud adalah kegiatan komunikasi antara seseorang (pedagang/pemilik sayuran) dengan pelanggan untuk menjual sayurannya. Sedangkan strategi pemasaran sayuran berarti adalah serangkaian cara kegiatan yang bersifat tepat, konsisten dan layak sehingga produk sayuran yang diproduksi atau dimiliki sampai kepada sasaran yang dituju. Sehingga dengan strategi yang tepat pemasaran yang sudah berjalan juga dapat dipertahankan.

Bagaimana merancang strategi pemasaran? Strategi pemasaran dirancang dengan membuat komposisi terbaik dari komponen pemasaran yang disebut dengan bauran pemasaran marketing mix. Bauran pemasaran mencakup 4 komponen yaitu product (strategi produk) , price (harga), place (tempat/saluran distribusi) dan (promotion) promosi.  Sehingga dikenal dengan singkatan 4P.

Pertama, Strategi Produk Sayuran

Hal ini berkaitan dengan produk sayuran seperti apa yang akan kita produksi dan akan kita jual. Penentuannya dapat diputuskan dari hasil survey dan analisa pasar sayuran yang ada.  Dari kegiatan survey dan analisa pasar kita mengetahui perkembangan kebutuhan dan keinginan konsumen serta peluang yang bisa kita ambil. Selanjutnya kita putuskan jenis dan spek produk sayuran yang akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Segmen pasar sayuran itu ada pasar tradisional dan ada pasar modern (swalayan). Ciri khas konsumen pada kedua pasar tersebut berbeda nyata. Konsumen pasar modern yang menjadi patokan utama adalah kualitas, sebaliknya konsumen pasar tradisional yang menjadi patokan adalah kuantitas dimana kualitas nomor dua. Akhirnya bila memilih segmen pasar modern maka perlu ada perlakuan khusus terhadap sayuran kita agar memiliki nilai tambah dan berkualitas. Perlakuan seperti sortasi, grading, packaging perlu dilakukan untuk sayuran pada pasar modern.

Kedua, Strategi Harga Sayuran

Harga jual produk sayuran menjadi salah satu bagian dari strategi, penetapannya tidak boleh sembarang. Penetapan harga yang salah dapat menyebabkan antara lain: Keuntungan tidak sesuai atau bahkan merugi misalnya bila salah menghitung biaya usaha, juga beralihnya konsumen pada kompetitor sehingga permintaan produk kepada kita menurun bila harga terlampau mahal, dan sebagainya.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan harga jual antara lain adalah gambaran harga produk serupa dari competitor pada target segmen pasar yang sama, biaya produksi dan operasi hingga barang sampai ke pasar, serta besar keuntungan yang kita harapkan. Dengan penetapan harga yang tepat semoga produk kita bisa eksis di pasaran yang dituju.

Ketiga, Strategi Tempat atau saluran Distribusi

Berikutnya adalah strategi menempatkan produk kita pada tempat dan waktu yang tepat agar bermanfaat dan memiliki nilai maksimal bagi pasar. Spesifikasi produk sayuran dipasarkan melalui saluran distribusi yang sesuai tujuannya. Misalkan untuk sayuran spesifik/grade premium atas maka pasarnya harus spesifik agar memiliki nilai lebih yakni ke pasar modern sedangkan sayuran grade biasa dipasarkan ke pasar tradisional.

Saluran distribusi sebagai tempat memasarkan produk sayuran agar konsumen mudah membelinya,  misalnya adalah menjadi mitra dari toko atau swalayan dengan menjadi supplier mereka untuk produk Grade premium, menjadi supplier dari hotel – hotel ataupun restoran-restoran,  membangun jaringan reseller yang menjelajah ke konsumen langsung di perumahan-perumahan, mensuplai warung-warung sayuran untuk grade biasa, mengikuti pameran-pameran pertanian, maupun penjualan langsung di lokasi produksi.

Keempat, Strategi Promosi

Terakhir berkaitan dengan bagaimana cara untuk memperkenalkan dan merebut hati para calon konsumen di pasar agar mau membeli produk sayuran kita. Kita membutuhkan kegiatan yang bernama promosi. Cara-cara promosi yang bisa dilakukan antara lain adalah : melalui pemasangan iklan di media yang kita anggap menjangkau segmen pasar yang dituju, mengikuti pameran-pameran produk, pembuatan media seperti brosur maupun spanduk berisikan produk-produk sayuran kita, pembuatan website, kerjasama promosi diskon bersama toko mitra, dan promosi dari mulu ke mulut lain sebagainya. Sedangkan cara maupun media promosi yang akan dipilih disesuaikan dengan produk, target pasar yang dituju dan anggaran yang disediakan.

Demikianlah keempat komponen yang menjadi acuan kita dalam merumuskan strategi pemasaran produk sayuran para petani dampingan program. Dengan strategi pemasaran yang tepat semoga produk sayuran yang dihasilkan senantiasa dapat didistribusikan kepada konsumen dengan baik. Sehingga usaha sayuran dapat menuai hasil sesuai harapan dan berkelanjutan.

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *