Sinergi Hemat Energi

Suasana sejuk nan asri mulai terasa ketika memasuki wilayah Dukuh Balong, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Suasana khas pedesaan di lereng gunung merapi. Hampir di setiap pekarangan tumbuh pepohonan yang rindang dan tanaman salak. Penduduk memafaatkan lahan kosong menjadi kebun sayur yang dapat mereka petik untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Hampir semua rumah penduduk dibelakangnya terdapat kandang sapi perah. Sapi perah memang menjadi ternak favorit penduduk desa ini. Keuntungan yang jelas dan langsung bisa dirasakan setiap hari menjadi alasan kebanyakan penduduknya untuk menggeluti ternak sapi perah.  Banyaknya populasi sapi perahdi Umbulharjo, dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, yaitu biogas.

Biogas menjadi energi yang akrab dengan masyarakat Umbulharjo. Setiap penduduk yang memiliki sapi perah pasti mempunyai instalasi biogas. “Disini setiap kandang pasti ada instalasi biogasnya. Intalasi ini bantuan dari dinas energi (ESDM) Yogyakarta. Bantuan ada setelah ada sapi perah di sini (Umbulharjo) pada tahun 2011” terang Sukamto, Ketua kelompok Ngudi Makmur Ngremboko.

Pemanfaatan biogas terbilang cukup mudah untuk dilakukan dan tidak membutukan waktu dan tenaga yang besar. Masyarakatpun dengan cepat memahami tata cara penggunaan biogas. “Penggunaan bio gas mudah kok, tinggal kotoran sapi di campur air dengan perbandingan 1 : 1 kemudian di aduk setlah tercampur, masukkan ke dalam intalasi. Diamkan saja setengah hari juga sudah penuh gasnya” terang Sukamto dengan lancar.

“Setiap hari saya hanya menggunakan kotoran sapi satu sorong, udah cukup. Karena gas ini produksi terus di dalam ‘bungker’ instalasi. Produksi berlangsung terus-menerus, klo gas habis paling setengah jam sudah penuh lagi” jelas Kamto, Panggilan akrab Sukamto. “Kalo habis bisa langsung ketahuan disini (menunjuk selang indikator). Kalo tinggi airnya seimbang berarti gasnya habis, klo selang sebelah kanan naik berarti gas nya sudah terisi lagi” lanjutnya semangat

Pemberian instalasi ini menjadi berkah tersendiri bagi peternak. Peternak dapat menghemat energy sampai 50 % ” kalo pake bio gas ini jadi irit. Kalo biasanya pake tabung gas 3 kg sebulan habis 2 tabung, dengan adanya biogas cuman habis 1 tabung. Sangat bermanfaat sekali buat kami” ungkap  Sukamto sumringah.

Selain itu biogas juga bisa dimanfaatkan untuk lampu penerangan yang mirip lampu petromak yang bisa dimanfaatkan ketika terjadi mati listrik. Biogas berfungsi sebagai angin untuk memberikan untuk menyalakan “kaos’ lampu. ‘kalo oglangan (mati listrik) kita bisa pake lampu biogas, jadi nggak perlu beli lilin lagi” jelas bapak dua anak ini.

Berawal dari 10 ekor sapi yang diberikan oleh Dompet Dhuafa serta didampingi oleh Kampoeng Ternak, kini sudah berkembang menjadi 34 ekor. Kampoeng Ternak Merupakan divisi Peternakan Masyarakat Mandiri.

Kesabaran dan kesungguhan tekad penerima manfaat untuk hidup lebih baik menjadikan program recovery yang di gagas Dompet Dhuafa berhasil mengangkat derajat masyarakat Umbulharjo. Sinergi yang terjalin dengan pemerintah daerah terbukti mampu memberikan manfaat lebih banyak untuk masyarakat. (MM/Slamet)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *