Sisi Lain Pemberdayaan 2 : “Belajar tentang Demokrasi Sederhana”

Setelah 2 tahun, kini terpampang jelas papan nama di sebuah ruko yang terletak dipinggir jalan raya Parung-Bogor. Papan nama bertuliskan ISM (Ikhtiar Swadaya Mitra) Sumber Rejeki yang disertai berlogo bunga anggrek dan padi,  sungguh tak terbayang sebelumnya sebuah ISM akan menempati ruko dan mengelola usaha bersama berupa sembako dan kebutuhan lainnya.

Bukan tanpa perjuangan dan semangat yang sungguh-sungguh untuk bisa mendirikan ISM bersama mitra rata-rata pendidikan SD dan SMP sedangkan yang berpendidikan SMA sangat minim sekali. Rintisan itu bermula pada tahun 2011 tepatnya bulan maret, Penulis diberi amanah oleh Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa untuk menjalankan program Klaster Mandiri wilayah Zona Madina yang meliputi 5 desa 3 Kecamatan.

Sebelum terjun kelapangan penulis mendapatkan gambaran potensi yang ada diwilayah tersebut dari hasil survey sebelumnya, dari hasil survey itu digambarkan potensi yang ada tidak begitu banyak, sementara untuk masyarakatnya terbilang masyarakat yang memiliki karakter yang keras dan individualis. Dengan berbekal gambaran hasil survey strategi diatur untuk bisa masuk ke wilayah tersebut dan diterima masyarakat agar program bisa berjalan dengan baik, langkah pertama yang dilakukan adalah survey pendalaman dengan mengunjungi beberapa titik desa untuk coba menggali lagi potensi yang bisa dikembangkan sekaligus mencari calon mitra yang memiliki persamaan visi dengan program yang akan dijalankan, dalam kurun waktu 4 bulan terekrut mitra sebanyak 48 orang yang terdiri dari 7 kelompok..

Pada tahun pertama pendampingan, mitra yang tergabung dalam program  sudah mencapai 120 orang, ditahun itulah saya sudah benar-benar bisa melihat calon kader yang nantinya akan menjadi pengurus di ISM, ada 4 orang saat itu yang bisa dijadikan kader, adapun pertimbangan menentukan kader tersebut dilihat dari 1. Kesungguhan dalam menjalankan program 2. Memilki tujuan jangka panjang untuk kelompok dan masayarakat disekitarnya 3. Track record dimasyarakat cukup baik 4. Selalu semangat dan jarang mengeluh bila menghadapi permasalahan. Setelah yakin dengan calon kader tersebut maka dilakukan pembinaan secara rutin, menyaring kembali siapa yang terbaik. Pada tahap bertujuan untuk memahami karakter dan jiwa kepemimpinan masing-masing kader, karena mereka yang nantinya akan memimpin seluruh mitra.

Dalam proses pemilihan calon pengurus ISM sema diberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mitra yang akan mencalonkan diri menjadi pengurus. Kemudian dilakukan uji kelayakan kepada calon pengurus, dengan memberikan soal-soal seputar program yang dijalankan serta visi misi calon ketua untuk seluruh mitra program klaster mandiri wilayah zona madina. Uji kelayakan dilakukan secara terbuka dihadapan seluruh mitra, sehingga pemilihan ketua dan pengurus ISM benar-benar terbuka dan tidak ada rekayasa, dari hasil tersebut maka mitra akan menentukan siapa yang berhak untuk menjadi ketua ISM, acara pemilihan pengurus ISM berlangsung secara meriah dan baik, hal ini juga merupakan pembelajaran organisasi kepada seluruh mitra dan musyawarah secara baik jujur dan terbuka, akhirnya ketua ISM terpilih sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

Pengkaderan calon pengurus menghasilkan pengurus yang bertanggungjawab dan bisa memimpin ISM untuk menjadi mandiri. “Sumber Rejeki” nama yang dipilih oleh para pengurus untuk ISM, mereka berharap dengan nama Sumber Rejeki, ISM yang menaungi seluruh mitra benar-benar menjadi sumber rejeki bagi para mitra khususnya dan masyarakat disekitarnya.

Kemandirian itu sudah mulai tampak sebagaimana tujuan akhir dari pemberdayaan adalah terwujudnya “kemandirian” di wilayah dampingan program.

 {fcomment}

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan