Sumbangan dalam Ketahanan Pangan

Masyarakat Mandiri berusaha memberikan kontribusi pada masalah ketahanan pangan yang menjadi isu penting negara kita. Ketahanan pangan tidak lepas dari ketersediaan cadangan pangan di tingkat daerah yang bisa diakses olah tiap keluarga. Kebalikannya, ketika tidak bisa diakses oleh keluarga maka konsekuensinya terjadi kerawanan pangan, kekurangan gizi dan kelaparan. Konsep ketahanan pangan terintegrasi, mencakup berbagai aspek, diantaranya: diversifikasi pangan, gizi pangan, pengadaan sumber pangan, dan distribusi. Untuk meningkatkan cadangan pangan maka perlu satu pilot project yang diarahkan pada pemanfaatan potensi pangan domestik secara maksimal

Masyarakat Mandiri Memilih Ubi Jalar

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang besar No. 2 di dunia, terdiri dari 800 spesies tumbuhan pangan, + 1000 spesies tumbuhan medisinal, dan ribuan spesies microalgae (Suhardi, 2000). Data lain yang menggambarkan kekeayaan pangan yang belum dioptimalkan, terdiri dari 77 jenis Sumber Karbohidrat, 75 jenis Sumber Lemak/Minyak , 26 Jenis Kacang-kacangan, 389 Jenis Buah-buahan, 228 jenis sayuran dan 110 jenis rempah-rempah dan bumbu-bumbuan.

Ubi jalar merupakan salah satu dari 77 jenis sumber karbohidrat sebagai produk yang menjadi objek dalam program. Ada beberapa strategi yang dijalankan untuk menjadikan ubi menjadi bahan pangan yang memiliki daya tarik, daya simpan yang lama, sehingga menjadi popular di masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi pengolahan pangan maka tujuan tersebut akan bisa tercapai. Dengan adopsi teknologi, ubi jalar dijadikan tepung ubi yang bisa mensubstitusi tepung terigu. Berdasarkan table di atas, tingkat produksi dari ubi jalar terus menurun (-0.14/tahun) padahal ubi jalar sebagai produk pangan lokal sangat potensial dikembangkan untuk menjadi produk alternatif bahan pengganti tepung terigu.

Tingkat permintaan masyarakat terhadap tepung terigu terus meningkat. Tidak sesuainya sisi permintaan masyarakat terhadap terigu dengan kondisi bahan pangan yang tersedia menjadikan harga tepung terigu meningkat dan barangnya semakin langka. Dalam sepuluh tahun terakhir pertumbuhan permintaan rata-rata sebesar 5.84% per tahun, dan bahkan mencapai sekitar 7.00% pada lima tahun terakhir. Dengan pertumbuhan tersebut, konsumsi tepung terigu nasional mencapai lebih 1,7 juta ton per tahun pada tahun 2004. Hal ini menunjukkan demikian besarnya bisnis nasional dalam bidang tepung-tepungan dengan prospek yang sangat cerah. Sebagian besar bahan baku untuk tepung terigu, yaitu gandum justru tidak bisa dikembangkan dalam skala ekonomis di Indonesia, sehingga harus diimpor. Lebih parah lagi, selama dua tahun terakhir, terjadi peningkatan tajam harga gandum di pasar impor.

Agroindustri Tepung Ubi untuk Diversifikasi Pangan

Agro industri merupakan kata kunci dari program ketahanan pangan yang dikembangkan oleh Masyarakat Mandiri di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dengan sentuhan teknologi industri pascapanen ubi jalar bisa dikembangkan diversifikasi produk dari ubi jalar. Tepung yang dikembangkan merupakan intermediate product yang bisa dikembangkan menjadi produk-produk turunan pangan lainnya. Ubi jalar dijadikan tepung memiliki tujuan untuk meningkatkan daya awet dan daya hemat ruang penyimpanan. Tepung ubi jalar memiliki karakter luwes untuk bahan baku industri pangan maupun nonpangan, sehingga hal ini membuka besar peluang tepung ubi jalar pengganti tepung terigu.

Melalui proses pengepresan, penyawutan, penjemuran dan penggilingan dihasilkan tepung ubi jalar dengan tingkat rendemen maksimal 30%. Dengan kekuatan mesin sawut mencapai 100 kg/jam maka dapat dihasilkan tepung ubi jalar 240 kg/hari. Jika dihitung jumlah kebutuhan 1 pengusaha bakery rumah tangga dalam satu hari membutuhkan tepung terigu sekitar 50 kg/hari, maka program ini telah memberikan sumbangsih melepaskan ketergantungan para pengusaha terhadap tepung terigu sebesar 20%.

Kelebihan dari Tepung Ubi Jalar

Dari hasil uji laboratorium Balai Besar Agroindustri dalam 100 gr dari tepung ubi jalar varietas ACE Kuningan mengandung 15,1 gr kalori, 1,6 gr lemak, 0,3 gr karbohidrat, 35,4 gr serta, 0,7 gr calcium, 29 gr posfor, 74 gr fe, 0.7 gr karotein, 1208 mg vit B1, 0.13 mg Ribofalvin, 0.08 vit B3 dan 10.5 mg Vit C. berdasarkan hasil uji lab tersebut dapat diketahui bahwa ubi jalar kaya akan Beta Karoten dan serta yang berguna untuk meningkatkan metabolism pencernaan, serta aktiftias antioksidan.

Penggunaan Tepung Ubi Jalar

Berdasarkan hasil uji lab makanan yang dilakukan oleh Masyarakat Mandiri dengan Balai Pasca Panen Departemen Pertanian, ditemukan berbagai jenis diversifikasi produk tepung ubi jalar. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu sampai 100% dalam pembuatan cake, kue kering, mie dan bihun.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan