Pos

RAT Koperasi Gapoktan Al-Ikhwan Cianjur

CIANJUR – Koperasi Al – Ikhwan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana di Saung Sehat Desa Sukaraharja, Kec. Cibeber Kab. CIanjur, Kamis (28/1/2016). Acara dihadiri 130 orang atau 68% dari total anggota. RAT berjalan dengan baik. Semua peserta ikut dalam suasana rapat yang serius, santai dan menginspirasi.

Usaha pengurus koperasi untuk mampu melaksanakan pelaporan kinerja perlu diberikan apresiasi, mengingat sejak diperolehnya badan hukum tahun 2011 koperasi masih mengalami kendala sehinga belum mampu melaporkan kegiatan organisasi dan usahanya. Menjadi hal yang penting bagi organisasi melakukan evaluasi pencapaian dan perencanaan periode berikutnya. Kinerja Pengurus Koperasi tersebut disajikan dalam bentuk laporan tutup buku tahun 2015 Koperasi Gapoktan Al Ikhwan 2015.

Tamu Undangan yang hadir dalam RAT Koperasi antara lain, Direktur Karya Masyarakat Mandiri, Kepala Bidang Kelembagaan – Dinas Koperasi Kab. Cianjur, dan Direktur Dompet Dhuafa.  Tamu undangan memberikan sambutan “motivasi” kepada para petani untuk mempertahankan apa yang sudah ada dan telah dicapai saat ini untuk ditingkatkan kinerjanya pada periode berikutnya.

Karya Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa selaku lembaga pendamping koperasi Al Ikhwan berkomitmen untuk bersama dengan koperasi menjaga kelestarian usaha pertanian padi di desa Sukaraharja dan mengembangkannya menjadi percontohan model lumbung desa. Dinas Koperasi kabupaten turut mengupayakan pula akan melibatkan koperasi Al Ikhwan dalam kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan SDM dan Organisasi sehingga koperasi semakin kuat dan bertumbuh kembang.

Rekomendasi penting hasil Rapat Anggota Tahunan Koperasi Tahun 2015 antara lain: pertama, koperasi perlu meyiapkan perencanaan yang SMART pada periode tahun 2016, yakni diharapkan para pengurus dan manajer mendetailkan hail RAT 2015 dalam bentuk kegiatan RAPAT KERJA Koperasi 2016. Kedua, merencanakan besar alokasi kontribusi Sosial yakni 20% dari keuntungan. Ketiga adalah peningkatan omset usaha pemasaran hasil beras sehat – free pesticide mencapai minimal penjualan 15 ton per bulan.