Pos

Sekarang Mereka Membayar Zakat

Kampung Rujak Beling, kampung kumuh yang terletak di pesisir banten yang masih termasuk wilayah Kota Serang. Memasuki kampung rujak beling, tampak rumah-rumah kayu berjajar dan perahu nelayan yang bersandar di tepi sungai. Mayoritas penduduk rujak beling adalah nelayan dan pengupas kerang hijau. Rujak Beling yang masih masuk Kecamatan Kasemen ini merupakan salah satu kampung yang tergolong miskin. Ini yang melandasi Dompet Dhuafa menginisiasi program pemberdayaan di Rujak Beling setelah dilakukan survey pendalaman. Program yang bertajuk Mustahik Move to Muzakki (M3) digulirkan tahun 2013 dengan sasaran 37 pengupas kerang yang tergabung dalam ISM Sinar Abadi. Program ini melibatkan Karya Masyarakat Mandiri (KMM) dalam pelaksanaannya. Program M3 menargetkan peningkatan pendapatan penerima manfaat sebesar 1,5 kali UMK.

Pengupas kerang dijadiakan sasaran penerima manfaat karena pendapatan tenaga pengupas tidaklah banyak. Dalam sehari mereka hanya Rp. 16.000,- yang berarti pendapatan mereka dalam sebulan berkisar Rp. 480.000,- , itupun jika pasokan kerang dari bagan banyak. Jika pasokan kerang sedikit pendapatan mereka juga ikut berkurang. Belum jika ada bagan yang rusak karena tersapu angin pasokan akan lebih sedikit lagi. Penurunan pendapatan namun kebutuhan tetap membuat mereka terjerumus kedalam sistem rente untuk memenuhi kebutuhannya.

(Baca juga : Rentenir yang Kian Terpinggir)

Itu dulu, kini kondisi telah berangsur-angsur mulai membaik. Program Pemberdayaan M3 yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa memberikan dampak positif terhadap pendapatan para pengupas kerang. Para pengupas kerang di berikan bantuan produktif berupa bagan, ini diharapkan selain mendapatkan pendapatan dari mengupas kerang juga mendapatkan hasil panen kerang dari bagan yang mereka kelola. Mereka juga tidak ter kawatir lagi akan pasokan kerang, karena pasokan kerang hijau melimpah.
Selain mendapatkan bantuan mereka juga mendapat pendampingan dan pelatihan tentang tatacara pengelolaan koperasi. “Kami dulu di bantu oleh Dompet Dhuafa berupa bagan, Alhamdulillah sekarang hasil yang dapatkan terus meningkat. Selain bantuan kami juga diberikan pendampingan tentang usaha dan pelatihan tentangn tatacara pengelolaan koperasi yang benar” ungkap Wasti, Ketua Koperasi ISM SInar Abadi

(Baca juga : Kini Satem Bisa Merehap Rumahnya).

Kini mereka karena sudah mampu membayar zakat. Zakat tersebut mereka salurkan melalui Dompet Dhuafa Cabang Banten secara kolektif lewat Koperasi ISM Sinar Abadi senilai Rp. 4.117.000,-. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2016 yang serahkan langsung kepada pimpinan DD Banten pada kamis 30/03/2017 di Rujak Beling. Zakat tersebut merupakan wujud rasa syukur wasti dan anggota koperasi lainnya atas Sisa Hasil Usaha (SHU) yang mencapai Rp. 30 juta. Selain membayar zakat Koperasi juga menyisihkan Rp. 1.999.800 ,- untuk pembangunan kantor desa setempat.
(SM/KMM)