Tak Mudah Menemukan Mutiara

Bila ia dibilang mutiara, ia tak mudah menemukannya. Bila ia dibilang kader handal, harus diakui tak gampang membentuknya. Itulah yang dihadapi para pendamping Masyarakat Mandiri.

“Kadang mencari kader lokal itu tak seindah penampilan di awalnya,” pendapat Leni Marlina, Koordinator Wilayah Urban Masyarakat Mandiri. Mencari kader-kader lokal yang akan menjadi kunci kemajuan komunitas jangka panjang, kadang ‘indah’ di awal. Ia mencontohkan, ketika pendamping menemukan seorang mitra dampingan di wilayah perkotaan pintar bicara dan pandai memimpin. Dalam proses pendampingan, biasanya ada sisi lain yang kadang kurang memadai untuk diangkat sebagai kader lokal.

Dalam program pembiayaan usaha, dana biasanya dikelola oleh kelompok-kelompok mitra. “Nah, dalam soal pengelolaan keuangan kelompok, kadang kita temui mitra yang kurang transparan dan kurang amanah. Padahal mitra lain memiliki pandangan positif padanya,” papar Leni.

Bila menemui kasus mitra seperti yang disebutkan, Leni tentu memilih cara paling bijak. Prinsip yang ia pegang, manusia pasti punya dua sisi, kelebihan dan kelemahan. Pendampingan menurutnya merupakan wahana mengasah sisi lebih seorang kader lokal.

Di tempat lain, untuk menemukan seorang pemimpin kelompok saja tidak mudah. Pengalaman Lesmana Pendamping di Jakarta menjelaskan hal ini. Seseorang mitra dengan usaha pribadi yang maju belum tentu bisa memimpin kelompok. Padahal mereka yang memiliki usaha maju memiliki modal berupa motivasi yang bisa ditularkan kepada orang lain. Keberhasilan usahanya bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi mitra lain.

Pengalaman sebaliknya menyebutkan, kadang penilaian pada seorang mitra di awalnya tidak masuk ‘hitungan’. Namun, beberapa dari mereka malah jadi kader-kader handal meski tak ada lagi pendampingan.

Ery, Pendamping di wilayah pascatsunami di Ciamis merasa bersyukur menemukan kader bernama Masitoh. Bolehlah ia hanya tamat SD, namun perempuan muda ini mampu menjadi lokomotif Koperasi Syariah ISM Bangkut Bersatu di Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak. Tak hanya dari masyarakat terdekatnya ia panen kepercayaan. Pemda Kabupaten Ciamis juga memasukkannya sebagai orang yang patut diperhitungkan. Koperasinya memperoleh hibah sapi senilai ratusan juta rupiah.

Tiap ikhtiar pendampingan menemui tantangan berbeda-beda memperoleh kader-kader lokal. Suksesnya membentuk kader lokal akan menjadi inspirasi pendampingan di tempat lain. Sebaliknya, bila kesulitan membentuk kader lokal di sebuah daerah akan menjadi pelajaran berharga pada program di tempat lain. Kami berusaha selalu belajar.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan