Tanjung Pasir Kikis Rentenir dengan Menabung

 

     Tangerang. Cuaca buruk akhir-akhir ini membuat nelayan tidak bisa melaut, tidak terkecuali  nelayan mitra dampingan Masyarakat mandiri –Dompet Dhuafa di Desa Tanjung pasir kabupaten Tangerang. Hal ini selalu terjadi setiap tahun, namun hal tersebut tidak menjadikan masyarakat bersiap-siap dalam menghadapi cuaca buruk. Tidak adanya penghasilan dimanfaatkan oleh Rentenir untuk meraup keuntungan dengan menawarkan pinjaman berbunga ‘mencekik’ kepada nelayan. Mereka tidak bisa menolak karena kebutuhan yng mendesak, sehingga praktek rente menjadi kebiasaan masyarakat.

     Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan YARSI melaksanakan program pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir yang telah berjalan selama 18 bulan. Selama rentang waktu tersebut telah bergabung 82 mitra dampingan yang mayoritas keluarga nelayan. Program ini memberikan modal bergulir kepada istri nelayan,  agar dengan modal tersebut istri nelayan mempunyai usaha yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan program ini diharapkan kondisi apapun mereka dapat survive tanpa harus terjerat praktek rente.

     Manabung adalah program yang sekarang sedang digencarkan. Kebiasaan konsumerism di masyarakat membuat mereka enggan untuk menabung, klo istilah disana “ rejeki hari ini ya untuk hari ini ‘.  Hari Rabu (05/2) Program Pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir mengadakan pelatihan financial planning dengan pambahasan utama motivasi untuk menabung. Kondisi yang tidak menentu menjadikan menabung menjadi penting untuk menghapuskan praktek rente. Karena tidak ada tabungan, sering masyarakat bingung ketika ada keluarganya yang sakit akhirnya harus meminjam uang sana-sini ujung-ujungnya terjerat praktek rente.

     Dalam program ini tidak hanya menyasar kepada mitra tapi juga kepada anak untuk mengajarkan  budaya menabung sejak dini. Anak-anak mitra diberikan celengan yang akan dibuka setiap pertemuan kelompok untuk disimpan di ISM. Mengubah cara berfikir masyarakat yang sudah terbiasa dengan praktek rente memang  tidak mudah, diperlukan terobosan dan pendampingan rutin. Selama program berlangsung  masyarakat yang tergabung menjadi mitra diberikan pemahaman tentang manfaat menabung, infaq dan menejemen keuangan keluarga yang dilakukan oleh pendamping di setiap pertemuan kelompok. Harapan besar setelah program selesai mitra sudah mampu mulai mandiri secara financial. Tapi ini butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mensukseskan kegiatan ini.

Nelayan sejahtera, #indonesiaberdaya 

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan