Tekan Kemiskinan dengan Pemberdayaan Perempuan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemrov Jatim) terus berupaya mencari solusi agar dapat menekan angka kemiskinan.

Seperti diketahui data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim per September 2015 mencatat hingga Triwulan I jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai lebih dari 4,7 juta jiwa atau sekitar 12,3 persen dari total penduduk Jatim.

Sebab itu, menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pemprov Jatim, Herwanto Ananda mengatakan salah satu upaya untuk menekan kemiskinan tersebut yakni dengan memberdayakan perempuan di Jawa Timur.

“Bagaimana upaya pemerintah Jawa Timur untuk menanggulani kemiskinan. Kami komitmen mengajak kaum perempuan agar angka kemiskinan ini cepat turun. Sebab kita memandang perempuan ini pemegang atau pelaku ekonomi yang tangguh,” kata Herwanto kepada Republika.co.id usai di Surabaya, Kamis (19/11) siang.

Dengan memberdayakan perempuan melalui sejumlah program  yang di gagas Pemprov Jatim seperti Pemberdayaan dan Pengembangan Perempuan Ekonomi Lokal (P3EL), Feminimisme, serta Koperasi dan UKM diharapkan perempuan mampu mendongkrak perekonomian di Jawa Timur lebih baik lagi. Untuk diketahui pertumbuhan ekonomi Jatim hingga triwulan III tercatat berada di kisaaran 5,44 persen.

Untuk memancing semangat perempuan agar mau berwira usaha, kata Herwanto Pemprov Jatim sudah membuat program berupa pemberian modal bagi kaum perempuan yang berkeinginan untuk memulai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di mana kata dia setiap Koperasi Wanita (Kopwan) yang baru memulai akan diberikan bantuan modal sebesar Rp 25 Juta. Dan jika koperasi tersebut berkembang dengan baik maka Pemprov Jatim pun akan menambah modal tersebut.

“Kalau koperasi itu berkembang, kita akan diberikan suntikan modal tambahan sebesar Rp 25 juta lagi,” tuturnya.

Tak hanya itu, kaum perempuan pun diberikan pelatihan untuk mengelola bisnis dan usahanya. Sekitar enam ratus perempuan yang memiliki UKM kata Herwanto diberikan pelatihan manajemen bisnis dan usaha. Dengan itu pula dia berharap adanya pemerataan ekonomi di setiap Kota dan Kabupaten di Jawa Timur.

“Setiap Kabupaten/Kota bisa mengusulkan siapa saja untuk mendapat perlatihan ini, kami tidak membatasi,” tuturnya. (Sumber : www.republika.co.id)

Menjadi sebuah catatan tentang pemberdayaan perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga. yuk baca juga artikel tentang pemberdayaan di masyarakatmandiri.co.id.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan