Agendaa kegiatan KMM

Sarendeg Saigeul Gelar Pelatihan Pasca Panen Padi Merah

PANDEGLANG-Anggota Paguyuban Sarendeg Saigeul yang merupakan mitra dampingan Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa mendapatkan pelatihan penanganan pasca panen padi merah. Acara yang di gelar pada (14/10) di Balai Pertemuan Petani  yang berlokasi di Kampung Turalak, Desa Ramea Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten di mulai pukul 13.00 WIB. Pelatihan  di ikuti 20 peserta anggota paguyuban yang merupakan perwakilan  dari 10 kelompok.

Pelatihan dibimbing oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Padeglang. Pelatihan meliputi teori dan praktek pengukuran kadar air pada gabah, sanitasi, pengaturan sirkulasi ruangan gudang dan pengemasan. Melalui pelatihan ini di harapkan  para petani anggota Paguyuban Sarendeg Saigeul mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang  tata produksi padi menjadi beras muai dari waktu panen hingga pemasaran.

Tujuan pelatihan sendiri adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota paguyuban sarendeg saigeul tentang tatakelola produksi dan penanganan pasca panen padi merah. Selain itu diharapkan juga  adanya peningkatan mutu produksi padi merah menjadi beras yang berkualitas dan bermutu tinggi sehingga mampu bersaing di pasaran. Penyimpanan pada pasca panen berperan penting dalam mempertahankan kualitas hasil pertanian, pengaturan kelembaban dan temperatur  ruangan penyimpanan di butuhkan untuk memperlambat penurunan kualitas pada padi merah. (KMM)

Youth Agropreneur Dompet Dhuafa, Siap Lahirkan Pengusaha Agribisnis Muda Tangguh

BOGOR – Jaman terus berubah. Di antara perubahan yang berdampak kurang menguntungkan saat ini adalah bidang pertanian. Usaha pertanian saat ini terasa sangat berat dan mulai banyak ditinggalkan oleh petani termasuk para generasi muda. Buktinya, berdasarkan data BPS tahun 2014, lima ratus ribu rumah tangga petani atau lima juta dalam kurun waktu sepuluh tahun beralih profesi ke bidang pekerjaan lainnya setiap tahunnya. Dan dapat dipastikan semakin banyak generasi muda yang tidak berminat dalam usaha pertanian artinya bidang pertanian mengalami krisis regenerasi.

Tidak hanya itu, pasca diperlakukannya pasar bebas melalui kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)  tahun 2016, usaha dalam negeri termasuk usaha pertanian akan menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan negara lain se-Asia Tenggara. Persaingan terjadi tidak hanya pada produk pertaniannya namun juga modal maupun tenaga kerja. Ketidaksiapan para pelaku usaha agribisnis maupun tidak adanya dukungan kebijakan dari negara dalam perlindungan ekonomi dalam negeri tentu akan berakibat fatal.  Sehingga diperlukan adanya kesadaran bersama dan kerjasama berbagai pihak untuk menghadapi perubahan situasi dan kondisi politik perekonomian dalam negeri. Termasuk dalam hal ini, konteks para pengusaha agribinis untuk bersiap meningkatkan kapasitas dan kualitas diri untuk bersaing di pasar bebas se asia tenggara ini kalau tidak mau semakin terpuruk.

Dompet Dhuafa sebagai bagian dari elemen masyarakat Indonesia turut serta berupaya berkontribusi kepada petani dan sektor pertanian. Bentuk praktisnya, Dompet Dhuafa berencana mendorong  beberapa petani muda Indonesia untuk tetap eksis dalam usaha pertanian di era MEA saat ini dalam program Youth Agropreneur. Bekerjasama dengan Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah Bogor, program ini bertujuan untuk melahirkan generasi pemuda tani tangguh yang siap menghadapi tantangan perdagangan bebas. Selama tiga hari, yakni 22-24 Maret 2016 program Youth Agropreneur diisi dengan kegiatan pelatihan dan workshop peningkatan wawasan agribisnis, membangun karakter tangguh dalam menghadapi perdagangan bebas, memperkuat keterampilan manajemen  praktis dalam pengembangan usaha serta pemberian insentif bantuan modal usahatani.  

Semangat Dompet Dhuafa bersama Darul Fallah Bogor untuk mengembalikan generasi muda Indonesia untuk berkiprah di dunia pertanian, selain untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka juga dapat menyokong ketahanan pangan secara makro. Langkah ini tentu perlu didukung oleh semua pihak, karena tanpa pemuda yang peduli pada sektor pertanian sudah dipastikan masa depan pertanian kita akan terancam. Wallau’alam. (CakDim/Adhi).