Gaung Zakatnesia Hingga Lereng Merapi

Zakatnesia adalah sebuah gerakan zakat yang cukup masif, berangkat dari kenyataan yang  sudah berjalan sekian tahun dan peduli terhadap Indonesia. Zakat telah terbukti mampu mengentaskan kemiskinan melalui aneka program pemberdayaan masyarakat. Zakat yang tidak hanya sekadar bagi sembako, tapi juga bisa menyelesaikan masalah pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

Zakat juga mampu menjadi solusi permalahan ekonomi yang dialami negeri ini. Masih ingat letusan merapi tahun 2010?letusan yang memporakporandakan desa-desa di sekitarnya. Roda ekonomi masyarakat berhenti total, semuanya mengungsi menyelamatkan dari terjangan awan panas. Erupsi telah menghancurkan tanaman pertanian, banyak warga yang kehilangan harta benda.

Ketika itu Dompet Dhuafa bersama Kampoeng Ternak* meluncurkan Program Recovery Merapi di Dusun Balong, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Program yang memanfaatkan dana zakat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Program Recovery memberikan 10 ekor ternak sapi perah kepada masyarakat, dan bisa berkembang dengan baik, masyarakat menjawab amanah dengan mengemabangkan sapi-sapi yang diberikan hingga terus berkembang hingga kini mencapai 34 ekor dan terus berkembang. Masyarakat yang sebelum erupsi beternak sapi potong, sekarang hampir semua warga desa beralih menjadi peternak sapi perah. Hasil yang nyata setiap hari mereka dapatkan dari susu yang dihasilkan. Berangsur-angsur perekonomian masyarakat mulai pulih, roda perekonomian mulai berputar kembali dan senyumpun mulai merekah.

Melihat kesungguhan dan etos kerja masyarakat yang menggembirakan, Dompet Dhuafa kembali menelurkan program Mustahi Move To Muzakki (M3) dengan bantuan modal berupa sapi perah untuk kelompok dan masyarakat yang belum bergabung dalam kelompok. Program ini untuk lebih memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat agar bisa berpendapatan minimal sebesar UMK yang ditetapkan oleh daerah dimana program dilaksanakan. (baca juga : Sapi-perah-ubah-ekonomi-masyarakat-umbulharjo)

Masyarakat sebagai penerima manfaat sangat merasakan manfaat zakat yang disalurkan kepada mereka. Agar yang mereka rasakan bisa juga dirasakan oleh masyarakat lain di Indonesia, Mitra program M3 turut serta dalam mengkampanyekan Zakatnesia. Dengan ikut mengkampanyekan zakatnesia, masyarakat ingin lebih banyak orang sadar untuk yang berzakat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaat dari pendayagunaan dana zakat.

Jadilah bagian dari gerakan zakatnesia mewujudkan berkah untuk Indonesia, kita bisa jika bersama saling bergandengan tangan membentang kebaikan.

Wujudkan Berkah Untuk Indonesia

(KMM/Slamet)

*Kampoeng Ternak Merupakan Divisi Peternakan Karya Masyarakat Mandiri

Asa Baru Masyarakat Kelud setelah Erupsi

MALANG – Program Recovery Ekonomi untuk masyarakat Gunung Kelud salah satu bentuk program Dompet Dhuafa dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca erupsi. Proses pemulihan ekonomi diawali dengan pengembalian semangat hidup masyarakat yang terkena dampak erupsi Kelud. Langkah pemulihan semangat hidup dengan cara mengembalikan kehidupan masyarakat seperti sebelum terjadi erupsi Kelud.

Program yang digulirkan lebih banyak bertujuan untuk mengembalikan semangat hidup dan menghilangkan rasa jenuh serta stres karena terlalu lama hidup di pengungsian. Masyarakat sekitar Kelud hidup dari pertanian dan peternakan. Oleh karena itu aktivitas pertanian dan peternakan menjadi program diharapkan akan memberikan asa baru bagi masyarakat sekitar Kelud. Program peternakan yang dijalankan adalah sistem pemeliharaan ternak secara intensif (di dalam kandang) dengan kandang koloni. Adapun program pertanian menggunakan pendekatan Community Farming, yakni program integrasi sumberdaya pertanian secara intensif.

Program diselenggarakan Dompet Dhuafa melalui Divisi Kampoeng Ternak Nusantara PT. Karya Masyarakat Mandiri sejak Februari 2014 sampai dengan Maret 2016 di Dusun Klangon Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Adapun mitra program terdiri dari 6 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 Kepala Keluarga. Jadi total 60 Kepala Keluarga. Kelompok-kelompok tersebut tergabung dalam satu wadah lembaga lokal yaitu  Paguyuban Kelud Barokah.

Total anggaran program yang telah disalurkan sebesar Rp. 520.113.000,- (lima ratus dua puluh juta seratus tiga belas ribu rupiah). Adapun anggaran tersebut disalurkan dalam bentuk pengadaan ternak domba 72 ekor dan sapi perah 6 ekor, 5 unit kandang koloni, 1 Ha Lahan Pastura, paket kesehatan ternak, paket sekretariat paguyuban, hand traktor, gudang tani, paket modal usaha tani, recovery lahan dan program peningkatan kapasitas mitra berupa pelatihan dan pendampingan.

Program bertujuan mengembangkan potensi pertanian-peternakan yang ada sehingga dapat memberi nilai ekonomi kepada masyarakat setempat. Sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi warga sehingga warga mempunyai penghasilan secara berkelanjutan.

Kondisi akhir program menunjukkan dengan program dan kerjasama yang baik selama program berjalan. Mitra program dalam dunia usaha peternakan sudah dipercaya masyarakat dan pengelola jasa aqiqah dan kurban menjadi penyedia ternak.

Sementara itu, dalam bidang usaha pertanian mitra program juga menjadi salah satu penyedia bantuan modal usaha tani untuk komoditi jagung dan bawang merah serta penyedia kebutuhan saprotan dalam bentuk usaha jual beli saprotan.

Totak populasi ternak pada akhir program per 23 Maret 2016 sebanyak 178 ekor yang terdiri dari 8 ekor sapi perah dan domba 178 ekor. Sementara itu, saldo kas paguyuban hasil pengelolaan usaha bersama sudah mencapai Rp. 94.500.000,- (sembilan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah). Dengan demikian nilai penambahan nilai asset program saat ini secara keseluruhan dari modal awal yang disalurkan menjadi Rp. 614.613.000,- (enam ratus empat belas juta enam ratus tiga belas ribu rupiah) maka dapat disimpulkan bahwa penambahan nilai asset Paguyuban Kelud Barokah dalam 1 tahun program meningkat sebanyak 18,17%.

PT. Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa menyambut dengan tangan terbuka agar Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, Dinas-dinas terkait dan masyarakat Dusun Klangon untuk dapat bekerja sama menjaga serta meningkatkan kualitas hasil program yang telah kami capai demi tujuan mulia yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Ngantang sekaligus lebih luas lagi menebarkan manfaat khususnya wilayah kabupaten Malang dan umumnya seluruh Nusantara kita Bumi Indonesia Tercinta. Bagi kami, keberhasilan program tanpa adanya tindaklanjut dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat adalah sebuah jalan buntu bagi program dalam mewujudkan manfaat yang lebih luas lagi. Salam Karya Masyarakat Mandiri, Empowering, Synergy, and Partnership.  [din]

Sinergi Hemat Energi

Suasana sejuk nan asri mulai terasa ketika memasuki wilayah Dukuh Balong, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Suasana khas pedesaan di lereng gunung merapi. Hampir di setiap pekarangan tumbuh pepohonan yang rindang dan tanaman salak. Penduduk memafaatkan lahan kosong menjadi kebun sayur yang dapat mereka petik untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Hampir semua rumah penduduk dibelakangnya terdapat kandang sapi perah. Sapi perah memang menjadi ternak favorit penduduk desa ini. Keuntungan yang jelas dan langsung bisa dirasakan setiap hari menjadi alasan kebanyakan penduduknya untuk menggeluti ternak sapi perah.  Banyaknya populasi sapi perahdi Umbulharjo, dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, yaitu biogas.

Biogas menjadi energi yang akrab dengan masyarakat Umbulharjo. Setiap penduduk yang memiliki sapi perah pasti mempunyai instalasi biogas. “Disini setiap kandang pasti ada instalasi biogasnya. Intalasi ini bantuan dari dinas energi (ESDM) Yogyakarta. Bantuan ada setelah ada sapi perah di sini (Umbulharjo) pada tahun 2011” terang Sukamto, Ketua kelompok Ngudi Makmur Ngremboko.

Pemanfaatan biogas terbilang cukup mudah untuk dilakukan dan tidak membutukan waktu dan tenaga yang besar. Masyarakatpun dengan cepat memahami tata cara penggunaan biogas. “Penggunaan bio gas mudah kok, tinggal kotoran sapi di campur air dengan perbandingan 1 : 1 kemudian di aduk setlah tercampur, masukkan ke dalam intalasi. Diamkan saja setengah hari juga sudah penuh gasnya” terang Sukamto dengan lancar.

“Setiap hari saya hanya menggunakan kotoran sapi satu sorong, udah cukup. Karena gas ini produksi terus di dalam ‘bungker’ instalasi. Produksi berlangsung terus-menerus, klo gas habis paling setengah jam sudah penuh lagi” jelas Kamto, Panggilan akrab Sukamto. “Kalo habis bisa langsung ketahuan disini (menunjuk selang indikator). Kalo tinggi airnya seimbang berarti gasnya habis, klo selang sebelah kanan naik berarti gas nya sudah terisi lagi” lanjutnya semangat

Pemberian instalasi ini menjadi berkah tersendiri bagi peternak. Peternak dapat menghemat energy sampai 50 % ” kalo pake bio gas ini jadi irit. Kalo biasanya pake tabung gas 3 kg sebulan habis 2 tabung, dengan adanya biogas cuman habis 1 tabung. Sangat bermanfaat sekali buat kami” ungkap  Sukamto sumringah.

Selain itu biogas juga bisa dimanfaatkan untuk lampu penerangan yang mirip lampu petromak yang bisa dimanfaatkan ketika terjadi mati listrik. Biogas berfungsi sebagai angin untuk memberikan untuk menyalakan “kaos’ lampu. ‘kalo oglangan (mati listrik) kita bisa pake lampu biogas, jadi nggak perlu beli lilin lagi” jelas bapak dua anak ini.

Berawal dari 10 ekor sapi yang diberikan oleh Dompet Dhuafa serta didampingi oleh Kampoeng Ternak, kini sudah berkembang menjadi 34 ekor. Kampoeng Ternak Merupakan divisi Peternakan Masyarakat Mandiri.

Kesabaran dan kesungguhan tekad penerima manfaat untuk hidup lebih baik menjadikan program recovery yang di gagas Dompet Dhuafa berhasil mengangkat derajat masyarakat Umbulharjo. Sinergi yang terjalin dengan pemerintah daerah terbukti mampu memberikan manfaat lebih banyak untuk masyarakat. (MM/Slamet)

Sapi Perah Ubah Ekonomi Masyarakat Umbulharjo

Dibalik musibah pasti ada hikmah, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi masyarakat Dusun Balong, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Erupsi merapi di akhir 2010 menyebabkan berhentinya roda ekonomi masyarakat.  Peristiwa yang takkan mudah untuk dilupakan oleh masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu kini perekonomian masyarakat sudah mulai membaik. Berawal dari Program Recovery Erupsi Merapi yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa (DD) dan Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) pada tahun 2011 dengan memberikan bantuan 10 sapi perah. Awalnya masyarakat belum pernah memelihara sapi perah “Dulu masyarakat sini nggak ada yang ternak sapi perah, semuanya beternak sapi potong” kisah Widodo, anggota Kelompok Ngudi Makmur Ngremboko.

Belum pernah berpengalaman memelihara sapi perah, tak lantas membuat masyarakat Balong putus asa. Kesabaran, kegigihan serta pendampingan yang diberikan membuat mereka mampu melewati masa-masa sulit. “Yang mengawali ternak sapi perah di sini ya DD sama KTN. Sapi-sapi bantuan tersebut kami budidaya dengan bimbingan KTN, Alhamdulillah hasilnya sekarang bisa kami rasakan. Awalnya kita di beri satu ekor sapi per KK, sekarang sudah berkembang, da yang jadi 2 ekor, jadi 3 ekor. Kalo anaknya jantan kami gemukan kemudian kami jual. Itu jadi keuntungan tersendiri.”jelas bapak dua anak ini. Sampai saat ini jumlah perkembangan sapi perah program recovery mencapai 34 ekor.

Masyarakat yang dulunya mayoritas beternak sapi potong sekarang hampir 100 % sudah beralih menjadi peternak sapi perah. Pergantian jenis hewan ternak setelah terjadi perubahan pergeseran ekonomi menjadi lebih baik yang dialami oleh peternak sapi perah.. “Kalo dulu (ternak sapi potong) keuntungan cuman setahun sekali sekarang (ternak sapi perah) setiap hari bisa merasakan langsung hasil jerih payah. Hasilnya pun bisa buat nambah ternak lagi” ungkap Widodo. Keuntungan yang dirasakan oleh mitra menjadi motivasi masyarakat yang lain untuk beralih ke ternak sapi perah.

“Bisa di hitung rata-rata satu ekor sapi menghasilkan 15 liter susu per hari dengan harga Rp. 4.000/liter. Rata-rata sapi yang laktasi 2-3 ekor. Rumput bisa didapatkan secara gratis, paling pakan konsentrat itupun separuhnya disubsidi oleh pemerintah. Gimana nggak untung?” lanjutnya sumringah. Perhitungan secara ekonomi untuk daerah Umbulharjo dan sekitarnya memang cocok untuk peternakan sapi perah, karena lokasinya di lereng gunung merapi yang bercuaca sejuk.

Keberhasilan Kelompok Ngudi Makmur Ngremboko menjadi pionir peternak sapi perah mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Beberapa kali kelompok ini mendapat bantuan dari pemerintah daerah, selain subsidi pakan konsentrat mereka juga mendapat bantuan instalasi biogas. Kelompok juga dipercaya sebagai penyalur dan penyeleksi penerima biogas dari pemerintah daerah.

Keberhasilan kelompok Ngudi Makmur Ngeremboko tidak luput dari perhatian DD, terlihat di tahun 2015  kembali DD menggulirkan program Mustahik Move to Muzaki (M3). Program ini merupakan pengembangan dari kelompok dengan memberikan tambahan sapi perah untuk masyarakat sekitar kelompok. Ini wujud upaya DD untuk lebih meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga bisa menikmati hidup sesuai Standar Kalayakan Hidup di Indonesia.

(Slamet Mulyanto)

Garuda Food Peduli Bersama Mitra Masyarakat Mandiri

Garuda Food turut mengepakkan sayap sosialnya saat musibah banjir melanda ibukota.  Tanggal 23 Januari 2013, perusahaan makanan dan minuman ini mengirimkan bantuan puluhan karton produk berupa Gery Assorted, Mountea dan Okky Jelly Drink. Sebagai salah satu partner Masyarakat Mandiri, upaya distribusi bantuan ini dilakukan melalui mitra ISM yang berada di daerah bencana.

Koperasi Serba Usaha (KSU) ISM Bidaracina dan Koperasi ISM Mandiri Sejahtera menjadi  koperasi ISM mitra dampingan Masyarakat Mandiri yang mengelola bantuan Garuda Food. KSU ISM Bidaracina menyalurkan bantuan tersebut di sekitar kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Sementara Koperasi ISM Mandiri Sejahtera menyalurkan di sekitar Warakas kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara. Keduanya menjadi profil nyata semangat social entrepreneurship yang ditumbuhkan Dompet Dhuafa melalui Masyarakat Mandiri.

Bantuan Garuda Food selanjutnya diserahkan melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa untuk disalurkan melalui posko bantuan di Pluit dan Penjaringan Jakarta Utara, Bukit Duri dan Tebet Jakarta Selatan serta Muara Gembong Bekasi.

{fcomment}

Program Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Erupsi Merapi

Erupsi Merapi yang terjadi tanggal 26 oktober 2010 itu adalah awal dari segala kerusakan material maupun non material. Dampak erupsi Merapi bagi warga sekitar merapi diantaranya: kerusakan pada bentuk aset bangunan/rumah tinggal, perabotan rumah tangga, sarana transportasi dan juga kerusakan pada jenis asset ekonomi (usaha) lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana erupsi Merapi telah banyak merusak berbagai jenis asset individu, sehingga berimplikasi pada berkurangnya nilai guna dari asset tersebut yang secara otomatis berimplikasi pada perubahan pola konsumsi warga dan ekonomi warga merapi tersebut.

Erupsi Merapi telah mengakibatkan kerusakan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sehingga kerugian yang harus ditanggung para pelaku ekonomi khususnya UMKM cukup besar. Hal yang dibutuhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, dan tidak memiliki dana simpanan akibat bencana erupsi Merapi adalah pemberian bantuan alat produksi, modal usaha dan bahan baku untuk usaha tersebut.

Untuk tetap melanjutkan kelangsungan hidup para warga korban erupsi Merapi maka diperlukan program pemulihan ekonomi berbasis komunitas. Dan salah satu sektor yang sangat mungkin untuk dimunculkan adalah pemberdayaan pedagang dengan pemberian bantuan modal dan gerobak dagang. Tujuan Memulihkan ekonomi lokal di wilayah dampak erupsi Merapi. Pemetik Manfaat Warga pedagang Desa Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan Jawa Tengah.

{fcomment}

Pemberdayaan Perajin Batik Tulis Imogiri Bantul

Gempa bumi yang melanda Jogjakarta dan Jawa Tengah, mengakibatkan hilangnya aset produktif dan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha, di antaranya yang berada di Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Dampak tersebut dirasakan sangat berat terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini memiliki modal terbatas. Aset usaha yang mereka miliki berupa peralatan dan rumah produksi banyak yang hilang dan rusak tertimpa bencana.

Hingga tiga bulan pasca bencana, ternyata masih banyak pelaku usaha ekonomi dengan skala mikro yang belum memulai kembali melakukan aktivitasnya. Ini dikarenakan ketiadaan aset, baik berupa modal maupun alat produksi untuk berusaha kembali. Termasuk di antaranya para perajin batik tulis di sekitar makam Imogiri.

Tujuan:

  • Menumbuhkan kembali aktivitas ekonomi para pelaku usaha mikro dan kecil, khususnya perajin batik di wilayah Kabupaten Bantul.
  • Meningkatkan peranan lembaga lokal dalam memfasilitasi para pelaku usaha kecil pasca gempa untuk mengakses kemudahan pembiayaan, dukungan teknis dan pemasaran produk baik skala lokal, nasional maupun internasional.

Capaian Program:

  • Para mitra perajin batik telah menerapkan inovasi dengan penggunaan pewarna batik dari bahan alami, selain membuat beragam produk batik seperti tas dan kerajinan kayu.
  • Perajin batik membentuk wadah Paguyuban Seni Batik Tulis Giriloyo.
  • Paguyuban telah memiliki show room tempat promosi batik karya perajin.
  • Paguyuban telah memiliki workshop di tiga tempat sebagai tempat bekerja usaha bersama para mitra perajin batik.
  • Para mitra mampu mengikuti berbagai pameran berskala lokal, nasional dan internasional untuk kepentingan promosi secara berkala.
  • Paguyuban menjadikan Giriloyo sebagai tempat wisata batik tulis, serta belajar membatik.

Periode Program:
1428-1429 H / 2007-2008 M

Lokasi:
Dukuh Karangkulon, Cengkehan dan Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul

Pemetik Manfaat:
103 KK 515 jiwa

{fcomment}

Pemulihan Ekonomi Situ Gintung

Bantuan dari Dompet Dhuafa Republika menyentuh daerah terdampak jebolnya Situ Gintung masuk ke fase pemulihan ekonomi. Sebagaimana program-program pemberdayaan ekonomi pascabencana lainnya, penanganan daerah di Ciputat Selatan ini oleh Masyarakat Mandiri, digunakan strategi pendampingan sebagai kunci keberhasilan program. Dana bantuan mulai dimanfaatkan warga sebagai modal usaha.

Tujuan:
Memulihkan kehidupan ekonomi korban targedi Situ Gintung.

Lokasi:
Gintung dan Kertamukti, Ciputat, tangerang Selatan

Pemetik Manfaat:
71 KK 70 jiwa

{fcomment}

Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Nelayan Pascatsunami Kebumen

Tsunami 17 Juli 2006 melibas pesisir selatan Kebumen. Wilayah terdampak paling parah di antaranya Kecamatan Ayah. Pendampingan diberikan, karena korban tsunami yang rata-rata nelayan membutuhkan keberlangsungan penghidupan.

Tsunami hampir membawa keterpurukan bagi warga. Kapal-kapal hancur akibat gelombang besar setinggi 4 meter saat itu. Para nelayan dan warga sekitar pantai juga kehilangan alat tangkap, mesin dan alat produksi lainnya. Pendampingan berusaha memupuk keberdayaan dengan berbagai penguatan kapasitas komunitas sehingga mereka memiliki kemandirian.

Tujuan:

  • Menumbuhkan kembali aktivitas ekonomi komunitas nelayan dan warga di Desa Srati dan Pasir korban tsunami.
  • Menumbuhkan kelembagaan lokal yang mampu meningkatkan pertumbuhan perkonomian warga korban tsunami.

Periode Program:
1428-1429 H / 2007-2008 M

Lokasi:
Desa Srati dan Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen

Pemetik Manfaat:
91 KK 455 Jiwa

Capaian Program:

  • Selain nelayan dan perempuan nelayan, program juga menjangkau pemetik manfaat lain yaitu pemilik usaha penggemukan sapi/kambing, usaha turunan laut, aneka usaha, gula kelapa, dll.
  • Lembaga lokal telah memiliki koperasi bernama Koperasi ISM Duta Mitra Samudera.
  • Tumbuh usaha-usaha bersama seperti produk turunan hasil laut berupa kerupuk ikan.

{fcomment}

Pemberdayaan Ekonomi Korban Tsunami Ciamis

Desa Legok Jawa merupakan salah satu desa yang terkena dampak tsunami 17 Juli 2006. Desa ini tergolong desa yang paling parah terkena dampak tsunami, karena selain lokasinya tepat di pinggir pantai selatan, antara pantai dengan desa hampir tiada batas. Terdapat satu kampung yakni kampung Cibuluh yang tergolong terisolir dari kampung lainnya. Kedua jembatan yang menghubungkan ke kampung lainnya hilang terbawa air laut.

Untuk pemulihan, Dompet Dhuafa membentuk tim recovery ekonomi . Harapannya kampung ini menjadi sebuah kampung reform, di mana bantuan usaha yang diberikan akan menjadi aset bagi kampung tersebut. Sejak Agustus 2006 Dompet Dhuafa menunjuk Masyarakat Mandiri untuk menjalankan program recovery ekonomi di desa Legok Jawa.

Tujuan:
Menumbuhkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di Legok Jawa yang terkena Musibah tsunami melalui pola pendampingan usaha.

Periode Program:
1428-1429 H / 2007-2008 M

Lokasi:
Kampung Logodor, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis

Pemetik Manfaat: 
98 KK 490 jiwa

Capaian Program:
Lembaga lokal membentuk Koperasi Syariah ISM Bangkit Bersatu

Pemetik manfaat koperasi dan kelompok-kelompok naungannya tak hanya di Kampung Logodor, namun meluas terdiri empat kelompok dari empat dusun.

Kelompok-kelompok yang ada menaungi beberapa jenis pekerjaan, seperti petani, nelayan, peternak, dan aneka usaha.

{fcomment}