Mitra

Mitra kerja sama Masyarakat Mandiri:

1. Bank Danamon Syariah
2. PT Arun NGL
3. Exxon Mobil Oil
4. Telkomsel Siaga
5. GAP Inc
6. PT. Billpas
7. PT. Pupuk Kaltim, Bontang
8. GarudaFood
9. PT Jasamarga
10. Yayasan Tazkia Amythas
11. Masjid An-Nashr Bintaro
12. Yayasan Al Ittihad Legenda Wisata Cibubur
13. DKM Darussalam Kota Wisata Cibubur
14. LAZ An-Nuur Indonesia Power
15. F Technopark IPB
16. Universitas Islam Negeri Jakarta
17. PP Aisyah-AUSAID
18. Oxfam
19. Church World Service (CWS)
20. Japan International Cooperation Agency (JICA)
21. Dompet Dhuafa Perwakilan Hongkong
22. Baznas
23. Dompet Dhuafa Perwakilan Kaltim
24. Pemda Kab.Tanggamus, Lampung
25. PUMITA Hongkong
26.The Body Shop Foundation
27. PT Tirta Investama (Aqua Danone)
28. PT Ajinomoto
29. Perum Jamkrindo
30. Bank Indonesia Lampung
31. Dinar Peduli Sukoharjo
32. Disperindagkop dan UMKM Kab. Pakpak Bharat – Sumatera Utara
33. PT Sari Husada
34. PT Indocement
35. Koperasi Kusuma Tiara
36. Koperasi Pesona Mitra
37.  Bank Indonesia

Wilayah Pemberdayaan

Dari tahun 2000, Masyarakat Mandiri telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat di :

  • 123 desa/kelurahan
  • 81 kecamatan
  • 36 kabupaten/kota
  • 13 propinsi

 

Metode

ARAH PROGRAM

  • Penyadaran
    • Proses pengenalan potensi diri dan lingkungan
    • Membantu komunitas untuk merefleksikan dan memproyeksikan keadaan dirinya, baik dalam berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan domestik maupun kekuatan global, dalam bentuk informasi, teknologi, modal sosial, budaya dan peluang politik.
  • Pengorganisasian
    • Organisasi dan kelembagaan harus berawal dari prakarsa masyarakat secara sukarela
    • Penguatan organisasi
  • Kaderisasi
    • Mempersiapkan kader-kader pengembangan keswadayaan lokal yang akan mengambil alih tugas pendampingan setelah program berakhir
    • Kader-kader berasal dari penduduk lokal yang dipilih oleh masyarakat secara partisipatif dan musyawarah
    • Ukuran keberhasilan kaderisasi dapat dilihat dari kemampuan kader lokal untuk memainkan peran sebagai pendamping, sebelum program berakhir, yang ditentukan oleh penilaian masyarakat.
  • Dukungan Teknis
    • Penguasaan sumberdaya informasi
    • Teknologi tepat guna
  • Pengelolaan Sistem
    • Memperlancar upaya masyarakat memperoleh kebutuhan, baik secara individu maupun secara berkelompok, dalam sistem mata pencaharian yang berkelanjutan (sustainable livelihood system)
    • Mempertemukan kepentingan lintas pelaku  (multistakeholders).
    • Keterkaitan antar organisasi lokal dan pasar, antar badan-badan perwakilan di aras yang lebih tinggi dan sebagainya.

 

PENDEKATAN PROGRAM

  • Pembentukan kelompok secara partisipatif
  • Pendampingan langsung
  • Penumbuhan kader lokal
  • Pengembangan kelembagaan komunitas
  • Menjalin kerjasama lintas pelaku (multistakeholder)

KOMPONEN PROGRAM

  • Pembiayaan usaha mikro berbasis kelompok
  • Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia
  • Pengembangan kelembagaan komunitas
  • Pemupukan modal swadaya
  • Pembangunan jaringan dan sinergi
  • Pengembangan informasi dan teknologi tepat guna

 

TAHAPAN PROGRAM

  • Pra-persiapan
  • Persiapan
  • Pelaksanaan program
    • Sosialisasi program pada level komunitas
    • Melakukan kajian keadaan komunitas secara partisipatif
    • Menemukenali masalah, potensi dan kelompok sasaran
    • Pembentukan kelompok
    • Pendampingan:  Perintisan dan penumbuhan,  Penguatan (usaha, manajemen organisasi, jaringan dan permodalan),
    • Pemandirian,  Pembentukan kader komunitas
  • Pelepasan program
    • Kader komunitas siap mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan program, keuangan dan kelembagaan
    • Lembaga komunitas mempunyai aspek legal dan kapasitas yang memadai untuk mengakses kerjasama dengan pihak-pihak terkait di luar komunitas (multistakeholder).

Profil

Dalam naungan perusahaan berbadan hukum, PT Karya Masyarakat Mandiri yang lebih dikenal dengan nama Masyarakat Mandiri merupakan salah satu unit jejaring Dompet Dhuafa yang memiliki kegiatan melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Secara kelembagaan, diharapkan perusahaan mampu berswadaya dalam pengelolaannya secara berkelanjutan dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang tidak berdaya. Sebagai bagian dari jejaring social enterprise, PT Karya Masyarakat Mandiri memiliki tanggung jawab mengembangkan nilai-nilai etika, termasuk komitmen untuk membangun kapasitas lokal. Perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat luas untuk dampak sosial, lingkungan dan ekonomi.

Secara historis, Masyarakat Mandiri lahir dan berkembang tidak lepas dari peran Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang berkhidmat pada pengelolaan zakat infak shadaqah (ZIS) selalu berinovasi dalam setiap programnya. Pada awal program pemberdayaan Dompet Dhuafa, terutama pemberdayaan ekonomi, selain dimulai dengan bantuan-bantuan permodalan perorangan, lembaga ini juga turut mengupayakan pembangunan jaringan ekonomi umat dengan pendirian Baitu’l-Maal Wa’t-Tamwil (BMT). Di sisi lain, model pemberdayaan kelompok mulai dikembangkannya Program Pengembangan Kemandirian Masyarakat (P2KM) yang kemudian dikenal dengan nama Masyarakat Mandiri (MM). Pada langkah awal (pilot project), MM  difokuskan di Bogor, Tangerang dan Bekasi. Periode perjalanan program berlangsung dari tahun 2000 hingga tahun 2005. Pada awal Juli 2005, MM memperoleh status sebagai lembaga otonom dari Dompet Dhuafa dan sejak saat itu MM memiliki struktur organisasi tersendiri serta merupakan salah satu jejaring Dompet Dhuafa yang berikhtiar pada kegiatan pengembangan ekonomi di tingkat komunitas yang lemah dan kurang beruntung (disadvantaged groups).

Misi, visi dan nilai-nilai yang dikembangkan Masyarakat Mandiri sejak kelahirannya bertolak dari isu-isu kemiskinan yang masih berkembang dan membutuhkan penyelesaian dalam bentuk model program yang menyeluruh dan terpadu. Peran dan positioning Masyarakat Mandiri di sini untuk menguatkan fungsi mediator program guna menjembatani kepentingan di tingkat pemerintah, perusahaan dan lembaga donor dengan masyarakat dalam rangka pemberdayaan berbasis komunitas. Masyarakat Mandiri akan terus berupaya memfasilitasi dan mendorong kemandirian masyarakat miskin menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Setiap upaya menanggulanginya memerlukan pendekatan komprehensif, integral dan berkelanjutan karena kompleksitas problematika kemiskinan. Upaya yang dipilih Masyarakat Mandiri adalah pengembangan kapasitas dan perluasan kesempatan bagi kelompok miskin. Hal ini berkaitan erat dengan konsep pemberdayaan masyarakat di mana proses pemberdayaan bertitik tolak untuk memandirikan masyarakat agar taraf hidupnya meningkat, serta mengoptimalkan sumberdaya alam dan manusia setempat. Pemberdayaan ekonomi yang menyentuh sektor usaha mikro dan kecil, juga dapat berintegrasi dengan bidang pendidikan dan kesehatan melalui pendampingan komunitas yang memiliki potensi ekonomi di perdesaan miskin, pesisir dan perkotaan baik di seluruh Indonesia.

Visi dan Misi

VISI :

Menjadi perusahaan sosial pemberdayaan masyarakat yang terpercaya dan profesional.

MISI :

  • Menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan sosial secara terintegrasi dan berkelanjutan.
  • Menyelenggarakan bisnis berbasis kewirausahaan sosial beserta bisnis ikutannya.
  • Menyelenggarakan pengembangan kapasitas sumberdaya organisasi bagi terwujudnya integritas, kepercayaan dan profesionalisme.