Turi dan Semangat untuk Berdaya

     Program Perempuan Wirausaha desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Indramayu sudah mulai menampakakkan hasil. Ibu-ibu mitra kebanyakan adalah pedagang ikan mentah dan produk olahan ikan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan pantai menjadikan nelayan menjadi sumber mata pencaharian mayoritas penduduk desa.

   Sedikit-demi sedikit, program yang dijalankan mulai menampakkan hasilnya, salah satu penerima manfaat program yang digulirkan oleh Masyarakat Mandiri (MM) Dompet Dhuafa (DD) adalah Turi. Perempuan berumur 35 tahun ini mampu memanfaatkan potensi perikanan di kampungnya, Dengan kreatifitasnya dan keuletannya ia membuat baso ikan dan menjajakan keliling kampung.

   Setiap hari ia menjajakan baso dengan berjalan kaki dibawah teriknya matahari siang. “Tiap hari saya jualan gini, make tempatnya seadanya pake dua termos. Di tenteng aja keliling”, ungkapnya. Bukan karena apa-apa, ia melakukan kerja keras itu untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Suaminya sebagai nelayan berpendapatan tidak menentu, bergantung pada musim. “Usaha jualan bakso ingin membantu suami dan nyekolahin anak biar pinter. Kalo lagi musim angin suami nggak ngelaut, penghasilan dari mana kalo nggak usaha gini” ujar Turi sambil melayani pelanggannya. “Alhamdulillah sehari kadang dapet 70 ribu, 90 ribu klo lagi bagus bisa dapet 100 ribu” lanjutnya

     Selain turi, masih ada 75 mitra lain yang mendapat manfaat dri program pemberdayaan yang dilakukan oleh MM-DD. Program akan dilaksanakan selama 2 tahun, dan diharapkan setelah mengikuti program ini mitra menjadi mandiri dan mampu berinovasi dalam memajukan usahanya.

      Selama ini, Nelayan seolah-olah menjadi masyarakat yang terpinggirkan dari sisi ekonomi. Kondisi cuaca, fluktuasi harga BBM dan harga ikan yang relatif rendah membuat mereka tidak berdaya. Perlau langkah kongkrit yang mampu menggairahkan profesi nelayan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi nelayan yang “miskin”  membuat anak-anaknya tidak mau meneruskan profesi orang tuanya. Bahkan orangtua berkeinginan agar anaknya tidak menjadi nelayan seperti bapaknya. Ironi…dinegeri maritim yang kaya akan ikan tapi nelayan tetap miskin.

    Berharap dengan adanya pogram akan lahir Turi..Turi yang lain, yang mampu memanfaatkan peluang dan berani berfikir beda. Pemberdayaan menjadi salah satu metode yang tepat untuk mengubah pola fikir dan meningkatkan derajat nelayan secara ekonomi. Pemberdayaan  melalui proses pendampingan dan dilakukan dengan hati, bukan sekedar bagi-bagi upeti…idealnya!?

{fcomment}

 

 

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan