WAS, Sebuah Kontribusi Jajanan Sehat

Bogor – Sebagai wujud komitmen terhadap jajanan sehat untuk anak, Program Warung Anak Sehat (WAS) wilayah Bogor mengadakan pelatihan Keamanan pangan kepada 30 pedagang jajanan di sekolah di se-Bogor. Pelatihan dilaksanakan Kamis (12/11) di Kawasan Zona Madina, sebuah kawasan komplek pendayagunaan Zakat di daerah Jampang, Kemang, Bogor. Program WAS dilaksanakan atas kerjasama PT Sari Husada dengen Dompet Dhuafa.

Pogram Warung Anak Sehat ini merupakan alternatif jajanan sehat, ditengah maraknya jajanan mengandung zat berbahaya. Program ini menyasar pedagang di lingkungan sekolah, karena  lingkungan sekolah menjadi rentan terhadap konsumsi jajanan tidak sehat karena kurangnya pengawasan terhadap jajanan anak. Belum semua sekolah menyediakan kantin sekolah yang makanannya dapat dikontrol.

Para peserta diharapkan mampu menjadi duta makanan sehat di lingkungannya, karena jajanan sehat ini akan berpengaruh pada anak dalam proses belajarnya. “ibu-ibu ini beruntung karena ikut program ini, karena program ini memberikan edukasi tentang jajanan sehat. Dan ternyata jajanan anak menyumbang 11 % energi anak. Kalo 11 % ini di isi dengan jajanan yang sehat, maka bisa meningkatkan daya serap otak anak’, tutur Dessy Sonyaratri, Manager Marketing Bisnis Masyarakat Mandiri dalam sambutannya.

Tujuan program ini, selain untuk memberikan edukasi tentang jajanan sehat juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap ekonomi. Peningkatan pendapatan akan berdampak pada peningkatan taraf hidup para pedagang. Sehingga bisa menjadi pendorong pedagang yang lain untuk mengikuti jejak mereka, berjualan jajanan sehat. Dan mematahkan ‘mitos’ bahwa jualan jajanan sehat itu tidak menguntungkan.

Selain penyuluhan keamanan pangan, pelatihan ini juga memberikan materi tentang pengelolaan keuangan dan demo masak. Demo masak merupakan salah satu wujud sharing ilmu antar peserta. “Demo masak ini untuk sharing ragam jajanan kepada para peserta. Karena kalo hanya berjualan yang wajib (susu) pendapatan ibu-ibu kecil. Sehingga perlu diberikan alternatif jajanan, yang mampu mendongkrang pendapatan pedagang”, ungkap Sutisna, Koordinator Program WAS.

Penyadaran sebagai wujud ikhtiar dan penyediaan jajanan sehat sebagai alternatif jajanan anak sangat dibutuhkan terutama dilingkungan sekolah. Saat ini tingkat Keprihatinan terhadap jajanan anak cukup tinggi di kalangan orangtua. Bukan rahasia lagi, jika banyak jajanan anak mengandung yang tidak sehat bahkan mengandung zat-zat berbahaya. Mengejar keuntungan yang tinggi membuat pedagang ‘nakal’ gelap mata, tidak berfikir efek yang diakibatkan oleh jajan yang ia buat dan jajakan.

Berharap program ini mampu Berkontribusi terhdap berkurangnya tingkat peredaran jajanan sehat. (Slamet/MM)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan