Workshop akhir Program Klaster Mandiri Kabupaten Lebak-Banten

      Program Klaster Mandiri Kabupaten Lebak memasuki tahap akhir. Rabu (06/03) di Gedung Korpri Rangkas Bitung, Lebak-Banten dilakukan Workshop Akhir Klaster Mandiri sekaligus dilakukan asset reform program yang telah digulirkan selama program berjalan. Dengan dimandirikannya program semua kegiatan langsung diserahkan ke Koperasi yang  diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. harapan besar setelah program dilepas masyarakat tetap melakukan usaha walaupun sudah tidak ada pendampingan.

      ‘Setelah mengikuti pendampingan bukan hanya berubah secara ekonomi namun juga berubah secara mentalnya. Lebih mulia kita hidup ditas kemampuan sendiri, bukan mengandalkan belas kasihan orang lain’ ujar Ahmad Juwaini, Presiden Direktur Dompet Dhuafa. Exit program bukan berarti akan dilepas secara keseluruhan, setelah ini (exit) tetap akan dilakukan pemantauan tehadap kegiatan-kegiatan. Exit program dilakukan karena mitra dampingan telah diangap telah mampu mengelola keuangan sendiri melalui kelembagaan lokal (koperasi) yang sudah terbentuk.

     Program Klaster Mandiri telah berjalan selama 3 tahun dengan jumlah asset yang telah digulirkan 1,7 milyar yang dibagi tiga bidang ekonomi yaitu bidang Pertanian, Peternakan dan UMKM. Mitra yang telah merasakan manfaat program berjumlah 342 mitra,  bidang pertanian 100 orang, peternakan 85 orang dan UMKM 139 orang. Pelaksanaan program dilakukan oleh jejaring Dompet Dhuafa yang tergabung dalam community enterprise yaitu Masyarakat Mandiri, Pertanian Sehat Indonesia dan Kampung Ternak. Wilayah dampingan tersebar di beberapa desa antara lain  Desa Cisemeut, Jalupangmulya, Sankanwangi dan Leuwidamar. Setiap bidang sudah mempunyai wadah masing-masing berupa koperasi yang akan bertanggung jawab mengelola aset yang telah digulirkan.

      ‘Salah satu parameter keberhasilan pemberdayaan masyarakat adalah keberlanjutanya. Jadi diharapkan pengurus atau kader lokal dapat menlanjutkan nilai, sistem dan program pemberdayaan’ ujar Didik Ciptadi, Koordinator Program Klaster Mandiri Bidang UMKM. Proses pendampingan sebatas mendorong masyarakat untuk mandiri secara nilai dan ekonomi, dengan exitnya program tantangan lebih besar telah menunggu. Amanah, semangat ingin maju dan survive (kemampuan bertahan) di uji . Perubahan masyarakat tergantung dari dalam masyarakat itu sendiri bukan dari orang lain yang sifatnya sebatas membantu, memotivasi dan menunjukkan jalan untuk lebih maju.

{fcomment}

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan