Workshop Pemandirian Komunitas Petani Singkong Lampung Timur

Lampung Timur – Dua tahun pemberdayaan petani singkong di Lampung Timur, kini memasuki tahap pelepasan program. Tahap ini merupakan bagian dari langkah pemandirian komunitas pada program yang dijalankan oleh Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa.

Program pemberdayaan petani singkong di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur merupakan bagian dari ikhtiar sumbangsih pada agenda ketahanan pangan. Ikhtiar ini berfokus pada pengembangan komunitas petani singkong yang merupakan bagian besar dari keberadaan petani di daerah transmigran tersebut.

Workshop Pemandirian yang diselenggarakan di Balai Desa Tambah Subur pada Kamis, 29 Maret 2012 menghadirkan multistakeholder yang mendukung keberlangsungan program, baik dari komunitas pemetik manfaat atau mitra dampingan, pejabat desa, dan Dinas Koperasi Lampung Timur, perwakilan masyarakat lainnya, dan tentu dari Masyarakat Mandiri dan Dompet Dhuafa.
Penguatan kelembagaan lokal petani singkong dilakukan melalui langkah pendampingan yang di antaranya menguatkan modal sosial dengan penumbuhan kelompok-kelompok petani singkong dan IRT produk turunan singkong. Kelompok-kelompok ini kemudian menginisiasi lembaga lokal yang menaungi kelompok-kelompok dan diberi nama Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) Mitra Jaya.

Tendy Satrio dari Dompet Dhuafa menjelaskan, Dompet Dhuafa menggulirkan program pemberdayaan di daerah ini sebagai bagian dari bentuk sumbangsih pada agenda ketahanan pangan dari dana zakat. Sementara Armie Robi, Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri menyebutkan, program ketahanan pangan tak hanya dijalankan di Lampung Timur, namun juga dijalankan di Kuningan Jawa Barat melalui pemberdayaan petani ubi jalar.

Kepala Desa Tambah Subur mengaku bersyukur dengan hadirnya program tersebut. “Saya kenal para pengurus ISM memang orang-orang yang dikenal amanah. Ke depan jika amanah tetap dijaga, maka kelompok akan berkembang.”

Lembaga lokal ISM Mitra Jaya usai program menjalankan amanah berupa dana dari Dompet Dhuafa yang pernah digulirkan kepada warga dampingan. Dana tersebut selanjutnya dikelola menjadi dana untuk pembiayaan usaha termasuk di bidang pertanian dan UMKM. Pengurus ISM berinisiatif menumbuhkan sebuah koperasi yang memiliki badan hukum dan bisa mengembangkan usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Dinamika kelembagaan lokal di Tambah Subur ini cukup menarik. Para mitra dampingan mengembangkan pengumpulan infak sebagai bentuk kepedulian pada sesama. Pada acara workshop, ISM menggelar acara pemberian santunan kepada 14 anak yatim atau piatu dari hasil pengumpulan infak. Selain itu, beberapa mitra terbiasa mengumpulkan margin keuntungan melebihi dari kewajiban angsuran pembiayaan kepada kelompok dengan tujuan membesarkan lembaga.

Sementara pada pengembangan usaha, para pengurus memiliki gagasan berupa rencana mengembangkan unit usaha trading dengan sistem satu pintu lewat ISM. Penjualan hasil pertanian singkong bisa dilakukan dengan kerjasama perusahaan besar dan pengembangan pasar lainnya.

Tentu, banyak pelajaran berharga yang bisa dicecap dari komunitas petani singkong ini. Kekurangan warga lain bisa ditutupi dengan kepedulian warga lain beranjak dari modal sosial yang berhasil ditumbuhkembangkan.

{fcomment}

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan