TABALONG – April 2026 menjadi bulan yang bersejarah bagi masyarakat Desa Bengkiling Raya, Kabupaten Tabalong. Di tengah hamparan sawah yang hijau menguning, sebuah senyum penuh syukur terpancar dari para santri dan petani binaan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum. Mereka tidak sekadar memanen padi, melainkan merayakan keberhasilan sebuah ikhtiar dalam mengubah tantangan lahan menjadi peluang kesejahteraan.
Panen raya ini merupakan puncak dari program Adaro Pesantren Sejahtera oleh PT Adaro Indonesia, yang dalam pelaksanaannya didampingi secara teknis oleh tim konsultan pemberdayaan Karya Masyarakat Mandiri (KMM). Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Amanah Bangun Negeri, karena dinilai sukses melakukan pemberdayaan nyata bagi ekosistem pesantren.
Menaklukkan Tantangan Alam dengan Teknologi
Lokasi pertanian di Desa Bengkiling Raya memiliki karakteristik yang unik sekaligus menantang. Sebagai daerah dataran rendah, lahan ini sering kali tergenang air, namun sebaliknya bisa mengalami kekeringan ekstrem saat musim kemarau tiba. Sebelumnya, petani lokal mengandalkan padi jenis siam yang masa budidayanya memakan waktu lama dengan hasil yang kurang maksimal, rata-rata hanya mencapai 4 ton per hektar.
Melihat kondisi tersebut, program pendampingan ini memperkenalkan Padi Gamagora, sebuah varietas “amfibi” inovatif hasil pengembangan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesuai namanya, Gamagora memiliki daya tahan luar biasa, baik di lahan kering maupun lahan yang sering tergenang air.
Pendampingan Intensif dan Hasil yang Berlipat Ganda
Pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan benih, melainkan membangun kapasitas manusianya. Sejak November 2025 hingga April 2026, tim pendamping memberikan edukasi intensif melalui pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat—mulai dari pengecekan lahan, pra-penanaman, hingga proses panen.
Metode penanaman pun diubah menggunakan sistem Jajar Legowo 4-1. Hasilnya sungguh luar biasa. Melalui plot percontohan (demplot) ini, produktivitas lahan meningkat drastis hingga mencapai 7-8 ton per hektar, hampir dua kali lipat dari hasil biasanya.
Menuju Pesantren Berdaya dan Mandiri
Lebih dari sekadar angka produksi, inti dari program ini adalah menciptakan keberlanjutan ekonomi. Budidaya padi Gamagora kini resmi menjadi salah satu unit usaha produktif di bawah naungan Koperasi Miftahul Ulum. Dengan meningkatnya hasil pertanian, pendapatan koperasi dan pesantren turut terangkat, yang pada akhirnya bertujuan untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh warga pesantren.
Acara panen raya ini turut dihadiri oleh jajaran direksi PT Adaro Indonesia, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, perangkat desa, hingga tokoh agama setempat seperti Abah Guru Ponpes Miftahul Ulum. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara korporasi, konsultan pemberdayaan, dan institusi pendidikan keagamaan adalah kunci untuk menciptakan perubahan sosial yang berdampak luas.
Kisah di Tabalong ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi yang tepat dan pendampingan yang tulus, keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk meraih kemandirian pangan dan ekonomi. Mari kita terus mendukung inisiatif pemberdayaan yang memanusiakan dan menyejahterakan.





